KEDIRI, Tandaglobal.news — Operasi pasar yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri di Balai Desa Sambirejo, Kecamatan Ngasem, Rabu (28/10/2026), disambut antusias masyarakat. Sejumlah bahan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, hingga telur.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain bahan pokok, operasi pasar tersebut juga menyediakan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, aneka sayuran, olahan susu, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Analis Perdagangan Disdagin Kabupaten Kediri, Choirunnikmah atau yang akrab disapa Hanik, mengatakan operasi pasar digelar untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Acara ini kami tujukan untuk stabilisasi harga, pengendalian inflasi, dan memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun. Biasanya mendekati Natal dan Tahun Baru, harga-harga mulai naik,” jelas Hanik.

Dalam kegiatan tersebut, Disdagin menyediakan berbagai komoditas dengan jumlah yang telah disiapkan.

Stok beras mencapai dua ton, sedangkan gula pasir tersedia sebanyak 500 kilogram. Minyak goreng terdiri atas tiga jenis dengan stok masing-masing sekitar 100 dus. Selain itu, tersedia telur sebanyak satu kuintal.

Dari sejumlah komoditas yang dijual, gula pasir menjadi salah satu barang yang paling cepat habis. Untuk mengantisipasi pembelian dalam jumlah besar, pembelian gula dibatasi maksimal tiga kilogram per orang. Pembelian beras juga dibatasi maksimal lima kemasan per pembeli.

“Yang paling cepat laku hari ini gula. Padahal pembeliannya sudah kami batasi, maksimal tiga kilogram per orang,” kata Hanik.

Harga sejumlah komoditas juga menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Beras medium dijual Rp57.000 per kemasan lima kilogram, sedangkan beras premium Rp74.500 per lima kilogram. Minyak goreng dijual mulai Rp15.000 hingga Rp18.000, bergantung jenisnya. Sementara itu, telur dijual Rp23.000 dengan acuan harga kandang.

Manfaat kegiatan tersebut dirasakan langsung oleh warga yang datang berbelanja. Misriah (53), salah seorang warga, mengaku membeli minyak goreng dan bawang merah. Ia menilai kegiatan itu membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Baru kali ini,” ujar Misriah ketika ditanya apakah sebelumnya pernah mengikuti kegiatan serupa.

Ia juga menyambut baik pelaksanaan operasi pasar tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar.

Hal senada disampaikan Poniyem (51). Ia membeli minyak goreng, bawang merah, dan beras dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, selisih harga memang tidak selalu besar, tetapi harga yang lebih murah tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ya senang kalau ada murah begini, masyarakat yang kurang mampu juga bisa beli. Berasnya agak murah, lebih miring,” tutur Poniyem.

Poniyem berharap operasi pasar dapat kembali diadakan sehingga masyarakat memiliki alternatif untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

“Ya, pengennya diadakan lagi. Sangat membantu,” imbuhnya.

Hanik menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan Disdagin di pasar tradisional dan ritel modern, ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Kediri secara umum masih mencukupi.

Harga sejumlah komoditas juga relatif stabil, meskipun cabai sempat menjadi perhatian karena pergerakan harganya.

Melalui operasi pasar tersebut, pemerintah daerah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus membantu menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Kediri.