KEDIRI, Tandaglobal.news — Pemerintah Desa Lamong, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, terus mengembangkan potensi desa melalui pengelolaan fasilitas olahraga dan peningkatan pelayanan masyarakat. Salah satu potensi unggulannya adalah lapangan futsal yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mendukung perekonomian lokal.
Sekretaris Desa Lamong, Fisty, menjelaskan bahwa Desa Lamong merupakan hasil pemekaran dari Desa Tulungrejo. Wilayahnya terbagi menjadi dua dusun, yakni Dusun Lamong dan Dusun Mangiran, dengan jumlah penduduk sekitar 5.000 jiwa.
“Desa ini tuh pecahannya dari Desa Tulungrejo pada saat itu. Saya juga enggak tahu tahun berapa ya, terus di desa ini tuh terdiri dari dua dusun, Dusun Lamong sama Dusun Mangiran gitu. Jadi termasuk ini desa yang paling kecil satu kecamatan luasnya, penduduknya,” ujar Fisty.
Di sektor pertanian, masyarakat Desa Lamong mayoritas mengandalkan komoditas padi dan jagung. Meski memiliki wilayah relatif kecil, pemerintah desa juga mengembangkan fasilitas olahraga sebagai salah satu upaya mengoptimalkan potensi ekonomi desa.
Pembangunan lapangan futsal Desa Lamong dimulai pada 2019 dan berlangsung secara bertahap hingga 2024, menyesuaikan kemampuan anggaran desa. Pada awalnya, fasilitas tersebut hanya memiliki satu lapangan. Pengembangan berikutnya membuat jumlahnya bertambah menjadi dua lapangan, yang kemudian diresmikan pada awal 2025.
Pengelolaan lapangan futsal diserahkan kepada BUMDes agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sekaligus dikembangkan sebagai sumber pendapatan desa.
“Kalau potensi unggulan di sini itu lapangan futsal, Mbak. Jadi lapangan futsal dibangun sama desa, terus desa menyerahkan pengelolaannya kepada BUMDes, gitu. Jadi dikelola sama BUMDes,” jelas Fisty.
Saat ini, dua lapangan futsal tersebut dimanfaatkan berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas olahraga, lembaga pendidikan tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA), serta masyarakat yang ingin berolahraga setelah bekerja.
“Alhamdulillah setiap hari selalu ada yang menyewa, gitu. Jadi mungkin ada kayak sekolah-sekolah, terus kayak komunitasnya futsal, terus ada yang les mulai dari anak kecil sampai yang besar itu juga ada, orang pulang kerja juga mau, lepas stres juga bisa,” tambahnya.
Selain lapangan futsal, fasilitas olahraga di Desa Lamong juga menyediakan tempat untuk kegiatan senam aerobik bagi ibu-ibu. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas olahraga masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset desa.
Tingginya pemanfaatan lapangan futsal diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha BUMDes sekaligus membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Selain mengembangkan potensi ekonomi, Pemerintah Desa Lamong juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pelayanan administrasi surat-menyurat tetap dilakukan melalui balai desa. Sementara itu, layanan daring dimanfaatkan masyarakat untuk menanyakan persyaratan dokumen yang diperlukan sebelum mengurus surat.
Pemerintah Desa Lamong memastikan bahwa pelayanan surat-menyurat bagi masyarakat diberikan secara gratis.
Di bidang kesehatan, pemerintah desa turut mendukung kegiatan Posyandu yang diselenggarakan setiap bulan di empat titik. Kegiatan tersebut juga didukung melalui pemberian makanan tambahan (PMT) berupa makanan dan makanan ringan bagi warga yang mengikuti kegiatan.
Ke depan, Pemerintah Desa Lamong berharap pengelolaan potensi desa dapat semakin optimal, terutama melalui pengembangan BUMDes dan pemanfaatan fasilitas umum. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa secara berkelanjutan.


















Tinggalkan Balasan