KEDIRI, Tandaglobal.news — Tim perwakilan Kecamatan Puncu berhasil meraih juara kedua dalam Lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan jenjang sekolah dasar (SD) tingkat Kabupaten Kediri 2026. Tim yang terdiri dari tiga siswa tersebut membawa pulang trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan sebesar Rp5,5 juta. Perlombaan berlangsung di Ballroom Lotus, Kota Kediri, Selasa (27/10/2026).

Tim Kecamatan Puncu diperkuat Darrel Kastara Putra dari SD Negeri Puncu 4, serta Adelio Prameca Triyono dan Gusti Dhamar Launang dari SD Negeri Gadungan 4. Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa dari wilayah pinggiran Kabupaten Kediri mampu bersaing dalam ajang akademik tingkat kabupaten.

Guru sekaligus pembina SD Negeri Puncu 4, Dimas Rachmad Aziz, mengatakan persiapan peserta dilakukan dalam waktu relatif singkat.

Setelah seleksi tingkat sekolah, dua siswa terbaik dipilih untuk mengikuti pembinaan materi wawasan kebangsaan berdasarkan kisi-kisi dari Dinas Pendidikan.

Pembinaan berlangsung intensif selama sekitar satu minggu menjelang seleksi tingkat kecamatan. Dimas mendampingi siswa berlatih pada malam hari setelah menyelesaikan berbagai kegiatan pada siang hari.

“Persiapannya memang agak mendadak. Sekitar satu minggu sebelum lomba, anak-anak kami beri materi wawasan kebangsaan sesuai kisi-kisi dari dinas, kemudian dilanjutkan dengan latihan soal secara intensif,” ujar Dimas.

Pada seleksi tingkat kecamatan, peserta harus melewati beberapa tahapan, mulai dari babak penyisihan hingga final.

Penilaian dilakukan melalui Google Forms, Kahoot, serta pertanyaan lisan.

Dua siswa yang dibina Dimas berhasil mencapai babak final. Salah satunya meraih juara kedua tingkat kecamatan sehingga berkesempatan melanjutkan kompetisi ke tingkat kabupaten.

Menurut Dimas, prestasi di tingkat kabupaten menjadi kebanggaan tersendiri karena para siswa belum memiliki banyak pengalaman mengikuti perlombaan serupa. Mereka mampu bersaing dengan peserta dari kecamatan lain melalui latihan konsisten dan dukungan orang tua.

“Meski berasal dari wilayah pinggiran, anak-anak tetap bisa bersaing dengan peserta dari kecamatan lain. Kami bangga karena mereka mau berusaha, berjuang, dan bertanggung jawab menjalankan tugas yang diberikan,” katanya.

Salah satu anggota tim, Darrel Kastara Putra (12), mengaku senang dapat mewakili Kecamatan Puncu dan meraih juara kedua.

Ia mengatakan perlombaan tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi cerdas cermat wawasan kebangsaan.

Darrel mengungkapkan sejumlah soal terasa sulit, terutama ketika memasuki babak final. Namun, materi dan latihan yang diberikan guru membantunya menghadapi pertanyaan selama perlombaan.

“Senang bisa mendapat juara dua. Sebelumnya belum pernah ikut lomba seperti ini, tetapi materi dari guru membantu saat mengerjakan soal,” ungkap Darrel.

Keberhasilan tim Kecamatan Puncu juga tidak terlepas dari dukungan orang tua yang mendampingi anak-anak selama persiapan hingga perlombaan. Bagi para peserta, capaian tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus dorongan untuk kembali mengikuti kompetisi akademik pada kesempatan berikutnya.

Dimas berharap prestasi tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa lain di Kecamatan Puncu.

Menurutnya, keterbatasan pengalaman dan lokasi sekolah bukan alasan untuk merasa minder selama siswa memiliki kemauan untuk belajar dan berusaha.

Ia juga berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Kecamatan Puncu untuk terus mengembangkan kemampuan siswa, baik dalam bidang akademik maupun kegiatan kompetitif.

Dengan pembinaan berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, siswa dari Puncu diharapkan mampu meraih prestasi lebih luas di tingkat kabupaten maupun jenjang berikutnya.