
KEDIRI, Tandaglobal.news — Memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri mengajak generasi muda untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika demi menjaga masa depan bangsa.
Kepala BNN Kabupaten Kediri, AKBP Erlang Dwi Permata, menegaskan bahwa pemuda merupakan garda terdepan yang akan meneruskan estafet kepemimpinan dan bertanggung jawab atas masa depan bangsa.
Mengutip amanat Menteri Pemuda dan Olahraga, Erlang menyampaikan bahwa pemuda harus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang sehat, terampil, dan cekatan.
Ia menilai ancaman penyalahgunaan narkotika dapat diantisipasi apabila masyarakat, orang tua, organisasi, dan seluruh elemen bangsa memahami faktor pemicu penyalahgunaan tersebut.
“Bahaya narkotika sebenarnya bukan bahaya yang perlu kita takuti karena dengan adanya kita paham tentang trigger atau pencetus dari narkotika itu sendiri, maka anak-anak muda bangsa ini orang tua dan organisasi dan seluruh elemen masyarakat dapat mempelajari trigger atau pencetus penyalahgunaan narkotika. Dengan itu kita bisa menghindarinya, menghindari mengawasi anak-anak kita, mengawasi generasi muda,” ujar AKBP Erlang.
Menyoroti kerentanan generasi muda, khususnya Gen Z, Erlang mengungkapkan bahwa jaringan peredaran gelap narkotika menyasar berbagai kalangan tanpa terkecuali.
Menurutnya, usia muda yang masih memiliki masa depan panjang menjadi salah satu pertimbangan ekonomis bagi bandar narkotika dalam menentukan sasaran.
“Jadi penyalahgunaan narkotika atau bandar-bandar pasti akan menyasar siapa setiap orang. Kenapa generasi muda? Karena mereka masih umurnya masih panjang sehingga kalau dilihat dari faktor ekonomis maka lebih menguntungkan. Jadi sasaran daripada bandar narkotika itu seluruhnya, tidak hanya Gen Z tapi kita harus hati-hati karena Gen Z ini mempunyai masa hidup yang masih panjang pastinya itu diminati oleh jaringan-jaringan narkotika gitu,” jelasnya.
Menutup pesannya pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, BNN Kabupaten Kediri berharap generasi muda tetap produktif, bersemangat, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan zaman.
Erlang juga mengingatkan bahwa rehabilitasi tersedia bagi mereka yang telah terpapar penyalahgunaan narkotika, sehingga masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan.
“Jadi harapan saya pemuda tetap cekatan, terampil, tidak patah semangat. Narkotika itu bisa dihindari, yang sudah terkena juga bisa direhabilitasi sehingga tataplah masa depan dengan ceria, dengan semangat karena Indonesia akan menjadi negara yang besar nantinya gitu,” pungkasnya.


















Tinggalkan Balasan