KEDIRI, TandaGlobalNews–Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri menyiapkan operasi pasar di enam titik selama Oktober hingga Desember 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Analis Perdagangan Disdagin Kabupaten Kediri, Choirunnikmah atau yang akrab disapa Hanik mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. Pasalnya, permintaan sejumlah kebutuhan pokok berpotensi meningkat menjelang akhir tahun.

“Biasanya pada akhir tahun, mendekati Nataru, harga-harga mulai naik. Karena itu, kami mempersiapkan operasi pasar untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya saat ditemui di Balai Desa Sambirejo, Kecamatan Ngasem, Rabu (28/10/2026).

Menurut Hanik, pelaksanaan operasi pasar dijadwalkan berlangsung di enam lokasi. Pada Oktober, kegiatan digelar di Desa Bakalan Kecamatan Grogol, dan Desa Sambirejo, Kecamatan Ngasem. Selanjutnya, pada November, operasi pasar direncanakan berlangsung di wilayah Kecamatan Mojo dan Wates.

Sementara pada Desember, kegiatan dijadwalkan menyasar Kecamatan Purwoasri, tepatnya wilayah Paron dan Kecamatan Kayen Kidul. Pemilihan lokasi tersebut juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran.

Khusus pada Desember, Disdagin berencana memprioritaskan desa-desa dengan mayoritas penduduk non-Muslim untuk membantu masyarakat yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru.

“Kami menyebar pelaksanaan operasi pasar di beberapa titik, mulai wilayah barat sungai sampai timur sungai. Harapannya, kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah bisa terpenuhi dengan harga yang terjangkau dan lebih murah dari pasar,” ujarnya.

Sebelum melaksanakan operasi pasar, Disdagin bersama tim Satuan Tugas Pangan Kabupaten Kediri melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional maupun ritel modern. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar untuk melihat kondisi pasokan dan pergerakan harga di lapangan.

Hanik menyebut, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Kediri saat ini secara umum masih aman. Produk yang dipantau tersedia dan belum ditemukan kekosongan stok yang mengganggu pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Hasil survei kami di pasar dan ritel modern menunjukkan stok masih tercukupi. Tidak ada produk yang kosong, sedangkan harga juga relatif stabil. Untuk cabai, harganya sudah mulai turun dan berangsur stabil,” ungkapnya.

Dalam operasi pasar di Sambirejo, Disdagin menyediakan berbagai komoditas, antara lain dua ton beras premium dan medium, 500 kilogram gula pasir, minyak goreng dari beberapa merek, satu kuintal telur, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, serta produk UMKM.

Sejumlah komoditas dijual dengan harga yang lebih terjangkau. Beras medium dipasarkan Rp57.000 per lima kilogram dan beras premium Rp74.500 per lima kilogram. Minyak goreng dijual mulai Rp15.000 hingga Rp18.000, sementara telur dipasarkan Rp23.000 dengan acuan harga kandang.

Ia menyebut, operasi pasar tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat berbelanja dengan harga lebih murah, tetapi juga menjaga perputaran ekonomi daerah. Ketika kebutuhan pokok dapat dibeli dengan harga terjangkau, daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Kediri, membantu menjaga daya beli, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah agar lebih stabil,” pungkasnya.

Reporter: Roni Ardiansyah
Editor: Rizky Rusdiyanto