MALANG, Tandaglobal.news — Upacara peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, berlangsung khidmat di Lapangan Bayem, Kamis (22/10/2026). Di bawah terik matahari, para santri bersama peserta dari berbagai unsur masyarakat mengikuti upacara yang mengusung tema “Keberagaman Demi Keharmonisan”.

Sejak pukul 08.00 WIB, peserta mengikuti jalannya upacara dengan tertib. Sejumlah unsur turut hadir, mulai dari santri, pemerintah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga berbagai elemen masyarakat.

Ketua Panitia, Fauzi, mengatakan peringatan Hari Santri di Kasembon tidak hanya berpusat pada upacara.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang berlangsung lebih dari satu bulan, mulai 1 Oktober hingga 5 November 2026.

“Peringatan Hari Santri ini kami rangkai dengan berbagai kegiatan. Harapannya, momentum ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan serta kebangsaan,” ujar Fauzi.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan pemasangan bendera, umbul-umbul, dan penjor di sejumlah wilayah Kecamatan Kasembon.

Selanjutnya, pada 11 Oktober, panitia menggelar majelis taklim di Masjid Sabilil Muttaqin, Kepuharjo. Kegiatan ziarah kepada para muassis dan muharrik juga dilaksanakan pada 18 Oktober.

Dalam upacara tersebut, panitia mengangkat tema keberagaman untuk mempererat persatuan di tengah perbedaan.

Berbagai unsur masyarakat turut diundang, termasuk umat Hindu dan Nasrani, organisasi kemasyarakatan Islam seperti Muhammadiyah dan LDII, serta lembaga-lembaga yang ada di Kecamatan Kasembon.

Salah satu santri yang mengikuti upacara, Anisa, menilai peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan menghargai perbedaan di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat mengikuti upacara.

“Bagi saya, Hari Santri bukan hanya tentang mengikuti upacara, tetapi juga mengingatkan kami untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Anisa.

Fauzi berharap keterlibatan berbagai unsur masyarakat dapat memperkuat semangat toleransi dan keharmonisan di tengah masyarakat.

“Melalui tema keberagaman ini, kami ingin menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri menjadi ruang bersama untuk menjaga persatuan. Semua elemen masyarakat dapat berkontribusi sesuai perannya masing-masing,” tambahnya.

Selain menggelar upacara, pengurus MWC NU Kasembon juga memberikan penghargaan kepada 18 sesepuh atau veteran Nahdlatul Ulama (NU) sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan pengabdian mereka.

Penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan kehidupan keagamaan dan organisasi saat ini tidak lepas dari peran para pendahulu.

Rangkaian peringatan Hari Santri di Kasembon masih akan berlanjut pada 1 November melalui kegiatan senam sehat dan jalan sehat santri di kawasan Alun-alun Kasembon, Kalirejo.

Panitia juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengumpulan infak pembangunan gedung MWC NU.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan Hari Santri diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan.

Momentum ini juga diharapkan mendorong generasi muda untuk melanjutkan perjuangan para ulama, menjaga tradisi, serta memperkuat persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat.