KEDIRI, Tandaglobal.news — Sebanyak 250 siswa dari enam lembaga pendidikan di Kabupaten Kediri menyiapkan penampilan Tari Saman untuk memeriahkan Apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Meski waktu latihan relatif singkat, para pembina terus mengoordinasikan persiapan agar siswa dapat tampil kompak dalam kegiatan yang dijadwalkan Kamis (22/10/2026), setelah menjalani gladi bersih pada Rabu (21/10/2026).

Apel puncak HSN 2026 di Kabupaten Kediri dijadwalkan berlangsung di lapangan Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul. Lokasi tersebut dipilih setelah rencana pelaksanaan di Stadion Canda Bhirawa, Pare, berubah karena stadion sedang dalam proses renovasi. Sebelumnya, peringatan Hari Santri juga dimeriahkan melalui rangkaian Ekspresi Santri selama 10 hari di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).

Pembina MI Miftahul Huda Jambu, Laily, mengatakan persiapan penampilan Tari Saman berlangsung sekitar lima hingga enam hari. Setiap lembaga melaksanakan latihan secara mandiri sebelum para siswa mengikuti gladi bersama di lokasi acara.

Menurut Laily, peserta berasal dari enam lembaga pendidikan. Mayoritas siswa yang dilibatkan merupakan murid kelas besar, yakni kelas IV, V, dan VI, karena waktu persiapan yang terbatas.

“Latihannya memang singkat, sekitar lima hari. Namun, alhamdulillah, hasil gladi tadi pagi sudah cukup maksimal. Anak-anak bisa tampil kompak di luar ekspektasi kami,” ujarnya.

Laily menjelaskan, tantangan utama selama latihan adalah menyelaraskan gerakan Tari Saman yang membutuhkan kekompakan dan ketepatan irama. Para pembina juga harus menjaga konsentrasi siswa agar tetap mengikuti arahan selama latihan.

Kondisi siswa yang mulai lelah terkadang membuat latihan perlu dihentikan sejenak sebelum dilanjutkan kembali. Meski demikian, koordinasi antara pembina dan masing-masing lembaga membantu proses persiapan tetap berjalan.

Ia berharap seluruh siswa dapat menjaga kesehatan dan kekompakan hingga hari penampilan. Dengan persiapan yang telah dilakukan, para siswa diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional.

Sementara itu, pembina SD Islam NU Sekaran, Lastri, mengatakan persiapan timnya juga dilakukan sekitar satu minggu sebelum acara. Setelah menerima informasi kegiatan, pihaknya segera menentukan siswa yang akan dilibatkan dan menyusun jadwal latihan bersama koordinator dari masing-masing lembaga.

Lastri menyebut latihan dilakukan secara terpisah di setiap sekolah. Para siswa baru berlatih bersama saat gladi bersih sehingga koordinasi menjadi bagian penting untuk menyatukan gerakan sebelum tampil.

“Harapannya, anak-anak bisa tampil maksimal dan spektakuler untuk memeriahkan Hari Santri. Kami ingin memberikan penampilan terbaik sesuai arahan yang sudah diberikan,” katanya.