
MALANG, Tandaglobal.news — Peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, tak hanya diisi dengan upacara. Berbagai kesenian tradisional turut memeriahkan rangkaian acara pada Kamis (22/10/2026), mulai dari bantengan, pencak silat, hingga tari Kenaren yang ditampilkan dalam pentas seni dan budaya.
Sekitar 13 paguyuban bantengan dari wilayah Kecamatan Kasembon ikut ambil bagian.
Selain menampilkan kesenian khas daerah, para pelaku bantengan juga menyuguhkan atraksi ekstrem yang menarik perhatian penonton. Dalam pertunjukan tersebut, petasan diledakkan di atas telapak tangan kosong dan di bagian kepala para pelaku.
Atraksi tersebut menjadi salah satu bagian yang menyita perhatian masyarakat selama pentas berlangsung. Namun, aksi menggunakan petasan memiliki risiko keselamatan dan tidak untuk ditiru tanpa penanganan serta pengamanan yang memadai.
Ketua Panitia Hari Santri tingkat Kecamatan Kasembon, Fauzi, mengatakan pentas seni menjadi bagian dari upaya memeriahkan peringatan Hari Santri sekaligus merangkul berbagai komunitas budaya di wilayah setempat.
“Kegiatan seni ini menjadi salah satu cara kami memeriahkan Hari Santri. Kami ingin kelompok-kelompok kesenian di Kasembon bisa ikut terlibat dan mendapatkan ruang untuk menampilkan karya mereka,” ujar Fauzi.
Beragam pertunjukan tersebut dilombakan untuk menambah semangat peserta. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong para pelaku seni agar terus menjaga dan mengembangkan kesenian yang diwariskan secara turun-temurun.
Ketua Lesbumi Kabupaten Malang, Abdul Aziz, yang membuka kegiatan tersebut, menilai keterlibatan komunitas seni dalam peringatan Hari Santri merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan antara tradisi, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat.
“Tradisi dan kesenian lokal perlu terus dirawat serta diberi ruang untuk berkembang. Keterlibatan kelompok-kelompok seni dalam kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara agar kebudayaan tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Abdul Aziz.
Menurutnya, pelestarian kesenian tidak cukup hanya dengan menggelar pertunjukan.
Perlu ada upaya untuk mendampingi para pelaku seni, mendokumentasikan tradisi, serta mengenalkan nilai-nilai kebudayaan kepada generasi muda.
Kehadiran kelompok bantengan, pencak silat, dan tari Kenaren menunjukkan beragamnya potensi seni di Kecamatan Kasembon.
Melalui pentas tersebut, rangkaian Hari Santri diharapkan tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk merawat warisan budaya daerah.



















Tinggalkan Balasan