KEDIRI, Tandaglobal.news — Pemerintah Desa Sidorejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, menetapkan penurunan stunting dan penguatan ketahanan pangan sebagai program prioritas tahun 2026. Selain itu, pemerintah desa berupaya memperbaiki pengairan pertanian serta menindaklanjuti keluhan warga terkait penyaluran bantuan sosial.

Puji Wahono, Kaur Umum yang merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Desa Sidorejo, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan sosial masih menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian pemerintah desa.

Menurut Puji, sejumlah warga mengeluhkan bantuan yang dinilai belum merata meskipun proses verifikasi telah dilakukan. Salah satu kendalanya berkaitan dengan kategori desil yang digunakan dalam penentuan penerima bantuan.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Desa Sidorejo, Puji Wahono.

“Permasalahan yang dihadapi masyarakat itu pertama mungkin terkait bantuan. Bantuan yang kurang merata. Padahal sudah ada verifikasi, tapi banyak masyarakat yang komplain. Kendalanya kan desil. Yang dapat bantuan kan harus desil 1 sampai desil 4. Dan ternyata di lingkungan itu ada masyarakat yang kurang mampu tapi desilnya tinggi, ada desil 6, desil 7. Tapi kita sudah dapat solusi untuk mengajukan penurunan desil.” kata Puji Wahono.

Ia menjelaskan, warga yang merasa membutuhkan bantuan tetapi berada pada kategori desil lebih tinggi menjadi salah satu perhatian pemerintah desa. Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa telah menemukan solusi berupa pengajuan penurunan desil agar kondisi sosial ekonomi warga dapat dipertimbangkan kembali.

Dari sisi infrastruktur, kondisi jalan di Desa Sidorejo secara umum dinilai memadai untuk mendukung aktivitas masyarakat. Sebagian besar jalan sudah beraspal dan dapat digunakan dengan baik. Namun, masih terdapat sejumlah jalan di kawasan persawahan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Kalau terkait jalan, saya kira sudah tidak ada permasalahan, karena semua jalan itu sudah bisa digunakan dengan baik, dengan lancar, karena sudah sudah aspalanan paling enggak. Cuma ada sebagian apa jalan-jalan sawah itu yang perlu penanganan.” ujarnya.

Sementara itu, akses pendidikan di desa tersebut relatif mudah karena sejumlah jenjang pendidikan telah tersedia di wilayah setempat. Fasilitas pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) dapat dijangkau masyarakat tanpa harus keluar desa.

“Untuk kondisi pendidikan di sini sangat baik karena tempat pendidikan dekat. Di sini ada PAUD, TK, ada SD, SMP. Cuma kalau ke jenjang SLPA gitu kita harus ke luar desa. Tapi kalau mulai PAUD, TK, SD, SMP di sini sudah tersedia,” jelas Puji.

Dengan tersedianya fasilitas pendidikan tersebut, warga dapat mengakses layanan pendidikan hingga jenjang SMP di desa sendiri. Adapun untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, masyarakat perlu mencari sekolah di luar desa.

Sektor pertanian menjadi perhatian pemerintah Desa Sidorejo, terutama dalam mengatasi persoalan distribusi air ke lahan pertanian. Kondisi wilayah yang berada di dataran tinggi membuat pengairan di sejumlah lahan terkadang mengalami kesulitan.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan air pertanian, pemerintah desa telah membangun sumur sibel. Saat ini, satu titik sumur sibel telah tersedia, sedangkan penambahan satu titik berikutnya direncanakan pada tahun ini.

“Kalau di sini kita kan kendalanya kadang pengairan. Pengairan karena banyak tanah kita kan dataran tinggi. Jadi, pengairannya agak sulit, tapi desa sudah memperhatikan dengan mendirikan sumur sible. Sekarang sudah ada satu, nanti tahun ini sebentar lagi juga akan ada lagi satu-satu titik. Sehingga bisa nanti bisa membantu terkait kelancaran pengairan yang ada di Sidorejo. Saya kira nanti sudah bisa membantu nanti,” ungkapnya.

Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar pengairan lahan pertanian sehingga kebutuhan air petani bisa lebih terpenuhi.