Terkait regenerasi petani, Puji menilai keterlibatan generasi muda di Desa Sidorejo masih berjalan dengan baik. Menurutnya, anak-anak muda turut membantu orang tua dalam aktivitas pertanian sehingga memiliki pemahaman mengenai kegiatan dan pengelolaan sektor tersebut.
“Untuk kendala, Kita tidak ada kendala, karena semua generasi muda itu pasti ikut terlibat di dalam pertanian, ikut membantu orang tua, sehingga dia paham terkait pertanian. Jadi, saya kira tidak ada kendala itu,” katanya.
Keterlibatan generasi muda tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mendukung keberlanjutan aktivitas pertanian di desa.
Dalam program pembangunan tahun ini, pemerintah Desa Sidorejo menempatkan penurunan stunting dan penguatan ketahanan pangan sebagai prioritas utama. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Di desa sini untuk program prioritas itu terkait, penurunan stunting. Penurunan stunting dan juga ketahanan pangan. Itu yang prioritas,” tutur Puji.
Selain menetapkan program prioritas, pemerintah desa melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Usulan warga dihimpun melalui musyawarah di tingkat dusun, kemudian dibahas kembali pada tingkat desa untuk menjadi acuan pelaksanaan kegiatan.
“Terkait perencanaan, kami selaku pemerintah desa kan mengumpulkan semua warga. Itu kan ada tahapan-tahapan. Kita melaksanakan tahap pertama itu dari dusun-dusun, kita mengundang masyarakat untuk mengusulkan tentang perencanaan pembangunan. Setelah itu kita bahas di tingkat desa. Hasilnya itu baru kita pakai untuk acuan kegiatan di desa,” jelasnya.
Melalui tahapan tersebut, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan dan usulan pembangunan di lingkungan masing-masing. Hasil pembahasan kemudian digunakan pemerintah desa sebagai dasar dalam menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Selain pembangunan infrastruktur dan program sosial, Desa Sidorejo juga memiliki sejumlah lokasi yang disebut menyimpan nilai sejarah. Dalam wawancara tersebut, Puji menyinggung keberadaan Klinik Mitra Waluya, gereja yang disebut sebagai KJW, serta perumahan pendeta yang dikaitkan dengan peninggalan zaman Belanda.
Pewawancara juga menyebut ketiga lokasi tersebut dalam pembahasan mengenai jejak sejarah yang ada di desa. Meski tidak menyampaikan prestasi khusus yang menonjol, keberadaan lokasi-lokasi itu menjadi bagian dari hal yang dapat dikenali dari Desa Sidorejo.
Menutup wawancara, Puji berharap masyarakat Desa Sidorejo terus menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan. Ia juga berharap berbagai program yang dijalankan pemerintah desa benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Ya pesan saya, mudah-mudahan warga desa Sidorejo tetap kondusif ya, semua capaian yang dilaksanakan oleh pemerintah desa benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat, sehingga tidak ada gejolak di masyarakat,” pungkasnya.
Melalui program penurunan stunting, penguatan ketahanan pangan, peningkatan pengairan pertanian, serta pelibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan, Pemerintah Desa Sidorejo berupaya menjalankan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga.



















Tinggalkan Balasan