Dari sisi omzet, perbedaan antara hari biasa dengan saat mengikuti event cukup terasa.
Dalam kondisi normal, Andik menyebut omzet dari tiga menu yang dijual berada di kisaran Rp400 ribu per hari.
Sementara saat mengikuti event Hari Santri, omzetnya bisa mencapai sekitar Rp4 juta untuk empat menu.
Untuk mengikuti kegiatan tersebut, Andik menyewa dua lapak.
Biaya sewa satu lapak mencapai Rp2,5 juta, sehingga ia mengeluarkan sekitar Rp5 juta untuk dua lapak.
Meski demikian, menurutnya ramainya pengunjung selama kegiatan membuat event tersebut menjadi peluang bagi pedagang untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk kepada masyarakat.
Kegiatan Hari Santri tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 hari.
Andik berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin karena memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan sekaligus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Harapannya event seperti ini terus ada. Selain ramai pengunjung, kegiatan seperti ini juga membantu UMKM dan pedagang untuk meningkatkan pendapatan,” pungkasnya.



















Tinggalkan Balasan