KEDIRI, Tandaglobal.news — Peringatan Hari Santri di Kabupaten Kediri menjadi momentum positif bagi pelaku UMKM dan pedagang kuliner. Ramainya pengunjung sejak hari pertama hingga menjelang berakhirnya kegiatan membuat daya beli masyarakat dinilai cukup tinggi.

Hal tersebut dirasakan Andik (36), pedagang asal Kaliombo, yang turut membuka lapak kuliner dalam rangkaian kegiatan Hari Santri.

Menurutnya, keramaian mulai terlihat sejak sore sekitar pukul 16.00 WIB dan semakin ramai hingga malam sekitar pukul 21.00 WIB.

“Kalau mulai ramai biasanya sore sekitar jam empat sampai malam jam sembilan. Pengunjungnya ramai dan daya belinya juga bagus,” ujar Andik, Selasa (29/9/2026).

Andik mengatakan, tahun ini merupakan kali kedua dirinya mengikuti kegiatan Hari Santri.

Ia merasakan adanya peningkatan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain jumlah pengunjung, jumlah stan pedagang yang mengikuti kegiatan tahun ini juga dinilai jauh lebih banyak.

“Kalau dibanding tahun lalu, tahun ini lebih ramai. Tahun lalu juga sering terkendala hujan, sedangkan tahun ini stan lebih banyak dan penjualan juga meningkat,” katanya.

Salah satu menu yang menjadi andalan Andik adalah pisang nangka kembung.

Tingginya minat pengunjung membuat produk tersebut dapat terjual hingga sekitar satu tandan dalam sehari.

Pembelinya pun cukup beragam, namun didominasi anak muda dan masyarakat umum yang datang untuk berburu berbagai kuliner selama event berlangsung.

“Yang banyak beli anak muda, tapi masyarakat umum juga banyak. Menu pisang nangka kembung bisa habis sampai satu tandan dalam sehari,” ungkapnya.

Dari sisi omzet, perbedaan antara hari biasa dengan saat mengikuti event cukup terasa.

Dalam kondisi normal, Andik menyebut omzet dari tiga menu yang dijual berada di kisaran Rp400 ribu per hari.

Sementara saat mengikuti event Hari Santri, omzetnya bisa mencapai sekitar Rp4 juta untuk empat menu.

Untuk mengikuti kegiatan tersebut, Andik menyewa dua lapak.

Biaya sewa satu lapak mencapai Rp2,5 juta, sehingga ia mengeluarkan sekitar Rp5 juta untuk dua lapak.

Meski demikian, menurutnya ramainya pengunjung selama kegiatan membuat event tersebut menjadi peluang bagi pedagang untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk kepada masyarakat.

Kegiatan Hari Santri tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 hari.

Andik berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin karena memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan sekaligus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Harapannya event seperti ini terus ada. Selain ramai pengunjung, kegiatan seperti ini juga membantu UMKM dan pedagang untuk meningkatkan pendapatan,” pungkasnya.