KEDIRI, Tandaglobal.news Jajanan tradisional rengginang masih memiliki tempat di tengah maraknya makanan ringan modern. Salah satunya dipertahankan oleh Ahwan (50), pemilik UMKM Rengginang Barokah 3 Putra di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Selama sekitar sembilan tahun, Ahwan menekuni usaha rumahan tersebut dengan memproduksi rengginang dalam enam pilihan rasa.

Varian tersebut meliputi terasi, udang, bawang, pedas, manis, dan teri.

Untuk menyesuaikan dengan selera konsumen, Ahwan juga mengubah ukuran rengginang yang sebelumnya besar menjadi lebih kecil.

Menurutnya, ukuran tersebut lebih praktis untuk dikonsumsi.

“Sebelumnya rengginangnya besar-besar. Sekarang saya bikin kecil-kecil supaya lebih praktis dan kelihatan pas porsinya,” ujar Ahwan saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (15/9/2026).

Usaha rengginang tersebut berawal dari keterampilan ibunya yang sebelumnya membuat rengginang secara musiman.

Sebelum fokus pada usaha tersebut, Ahwan sempat menjalankan usaha sembako.

Namun, keuntungan dari usaha sembako yang dinilai relatif kecil membuat Ahwan mulai mencari alternatif.

Ia kemudian mengembangkan keterampilan yang telah dimiliki keluarganya menjadi usaha yang dijalankan hingga sekarang.

Dalam proses produksinya, Ahwan masih mengerjakan seluruh tahapan secara manual tanpa bantuan karyawan.

Bahan utama berupa beras ketan diperoleh dari pasar dengan harga sekitar Rp22 ribu per kilogram.

Produksi dilakukan menyesuaikan pesanan.