Sebelumnya, Ketua Asrama Wustha sekaligus Ketua Pondok Putra, Ferdiansyah, juga menegaskan makanan yang dikonsumsi para santri berasal dari penyedia program MBG, bukan dari dapur pesantren.

“Kami luruskan kembali, ini murni dari kesalahan penyedia MBG (SPPG) Tanggulangin, bukan makanan dari internal pesantren,” ujar Ferdiansyah.

Sementara itu, Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Ponpes Manba’ul Hikam, KH Abdul Wahid Harun atau Gus Wahid, menjelaskan keluhan mulai muncul setelah para santri menyantap makanan MBG selepas salat Zuhur.

“Dimulai dari setelah salat Zuhur itu anak-anak makan. Kemudian setelah salat Asar anak-anak mulai mual-mual dan muntah-muntah,” kata Gus Wahid.

Pihak pesantren mengimbau wali santri dan masyarakat tetap tenang serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Masyarakat diminta merujuk pada informasi resmi dari pihak pengasuh pondok terkait perkembangan kondisi para santri.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para santri masih dalam penanganan dan pemeriksaan pihak terkait.