
KEDIRI, Tandaglobal.news — Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Teknologi ini dapat membantu mencari referensi, menyusun tulisan hingga menghasilkan gambar dalam waktu singkat.
Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan.
Pelajar tidak cukup hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga perlu memiliki kemampuan memilah informasi, berpikir kritis, serta memahami batasan etika dalam pemanfaatannya.
Pesan tersebut disampaikan Polres Kediri saat memberikan edukasi kepada siswa SMAN 1 Pare, Selasa (1/9/2026). Dalam kegiatan itu, para siswa diajak memahami manfaat AI sekaligus mengenali risiko dan hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakannya, baik untuk keperluan belajar maupun pembuatan konten.
Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kabag SDM Polres Kediri Kompol Eko P. Sanosin, S.H., menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Jangan sampai kemudahan AI membuat kita berhenti berpikir. Setiap informasi tetap perlu diperiksa, dan penggunaannya harus mempertimbangkan etika serta tanggung jawab,” ucapnya.
Menurutnya, AI mampu menghasilkan teks, gambar hingga berbagai informasi dalam hitungan detik.
Namun, hasil yang diberikan teknologi tersebut tidak selalu benar. Karena itu, pelajar tetap perlu melakukan verifikasi dan memahami informasi sebelum menggunakannya.
“Siswa harus tahu kapan AI bisa membantu dan kapan harus menggunakan penilaian sendiri. Jangan langsung menerima hasilnya tanpa memahami dan mengecek kembali,” katanya.
Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari literasi digital.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, pelajar dituntut bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengambil keputusan secara bijak dalam memanfaatkannya.
Edukasi mengenai AI di lingkungan sekolah diharapkan dapat membentuk kebiasaan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Dengan demikian, kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan sebagai alat pendukung proses belajar tanpa mengurangi kemampuan berpikir, kreativitas, dan pertimbangan etis para pelajar.




















Tinggalkan Balasan