Kediri, TandaGlobalNews–Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, diperkuat melalui apel bersama Sabuk Kamtibmas. Kegiatan ini melibatkan sekitar 170 orang dari unsur TNI-Polri, pemerintah, organisasi masyarakat, perguruan pencak silat hingga Linmas.

Apel digelar di Mako Polsek Ngadiluwih, Selasa (1/9/2026) pagi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem keamanan yang mengedepankan sinergi dan keterlibatan aktif masyarakat.

Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kabagren Polres Kediri Kompol Saiful Alam, Kapolsek Ngadiluwih AKP Budi Winariyanto, Kasat Tahti Polres Kediri Iptu Yakop, perwakilan Koramil, pemerintah kecamatan, kepala desa, FKDM, Linmas, Banser, Ansor, Senkom, RAPI, serta perwakilan perguruan pencak silat.

Kapolsek Ngadiluwih AKP Budi Winariyanto mengatakan, keberadaan Sabuk Kamtibmas menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan koordinasi antara kepolisian dengan seluruh potensi masyarakat.

Menurutnya, keamanan wilayah tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat. Diperlukan kepedulian dan peran bersama masyarakat untuk mendeteksi sekaligus mencegah potensi gangguan sejak dini.

“Sabuk Kamtibmas ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan komunikasi. Kami ingin seluruh elemen masyarakat memiliki kepedulian yang sama dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Ngadiluwih,” katanya.

Ia menambahkan, pola pengamanan juga perlu dibangun melalui komunikasi yang intensif dan pendekatan yang dekat dengan masyarakat. Karena itu, koordinasi dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan bersama, seperti cangkrukan, ngopi bareng, maupun kegiatan kebersamaan lainnya.

Selain itu, kolaborasi di lapangan juga diperlukan untuk menjaga sejumlah objek vital serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan. Patroli dan penjagaan bersama menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan lintas elemen tersebut.

“Yang paling penting adalah bagaimana komunikasi tetap terjaga. Jika ada potensi permasalahan, bisa diketahui lebih awal dan diselesaikan bersama sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” jelasnya.

Dalam amanat Kapolres Kediri yang dibacakan pada apel tersebut, disampaikan bahwa tantangan keamanan saat ini semakin kompleks. Potensi konflik sosial, penyalahgunaan kepentingan kelompok dalam aksi massa, penyebaran hoaks dan propaganda digital, radikalisme, intoleransi, bencana alam, kebakaran hutan dan lahan hingga gangguan ketertiban yang dapat menghambat pembangunan perlu diantisipasi secara bersama.

Karena itu, seluruh elemen Sabuk Kamtibmas didorong untuk memperkuat deteksi dini dan pencegahan. Ruang demokrasi juga diharapkan tetap dijaga agar berlangsung secara sehat, damai dan bermartabat, tanpa provokasi, tindakan anarkis maupun disinformasi.

Apel bersama tersebut mengusung tema “Mewujudkan dan Menjaga Kamtibmas yang Kondusif Bersama TNI-Polri dan Potensi Masyarakat sebagai Sabuk Kamtibmas Wilayah”.

Reporter: Wildan Wahid Hasyim