Kediri, TandaGlobalNews–Kondisi pedagang di sekitar Alun-Alun Kota Kediri masih menghadapi dampak dari penutupan kawasan yang sebelumnya menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat. Pembatas seng yang menutupi area proyek membuat keberadaan para pedagang semakin sulit terlihat oleh pengunjung.
Salah satu pedagang, Nursalin, mengaku kondisi tersebut berpengaruh besar terhadap pendapatannya. Ia yang telah berjualan di sekitar alun-alun selama kurang lebih 15 tahun mengatakan omzet saat ini jauh menurun dibandingkan sebelum kawasan alun-alun ditutup.
Menurut Nursalin, sebelum adanya penutupan, aktivitas masyarakat di sekitar alun-alun cukup ramai sehingga turut mendukung usaha para pedagang. Namun setelah kawasan ditutup dan sebagian area tertutup seng pembatas, jumlah pembeli mengalami penurunan cukup drastis.
“Kalau dibandingkan sebelum alun-alun ditutup, sekarang sangat jauh. Omzet bisa turun sekitar 75 sampai 80 persen,” katanya, Selasa (1/9/2026).
Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat pedagang harus berusaha bertahan dengan keadaan yang ada. Tidak banyak pilihan yang dapat dilakukan selain tetap membuka usaha dan menunggu kondisi kawasan kembali normal.
Kondisi tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan diri dengan keadaan. Meski jumlah pembeli jauh berkurang, Nursalin tetap memilih membuka dagangannya setiap hari. Baginya, mempertahankan usaha yang telah dijalani selama bertahun-tahun menjadi pilihan agar tetap memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Yang penting sekarang masih bisa bertahan dan tetap jualan. Tidak ada resep khusus, yang penting bagaimana kami bisa terus hidup di tengah keadaan seperti ini,” ucapnya.
Nursalin menilai salah satu persoalan yang cukup terasa adalah keberadaan seng pembatas di sekitar kawasan. Pembatas tersebut membuat aktivitas di dalam kawasan tidak terlihat dari luar sehingga pengunjung yang biasanya datang ke area alun-alun juga berkurang.
Kondisi semakin menjadi perhatian karena pembangunan yang sebelumnya dilakukan di kawasan tersebut kini disebut tidak dilanjutkan. Pedagang pun berharap ada kejelasan mengenai kelanjutan pembangunan maupun penataan kawasan.
Bagi pedagang yang sudah bertahun-tahun menggantungkan penghasilan dari lokasi tersebut, keberadaan kawasan alun-alun yang ramai sangat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha mereka.
“Harapannya pembangunan segera ada kejelasan dan kawasan ini bisa kembali ramai. Kalau sudah dibangun dan masyarakat bisa datang lagi, kami juga berharap bisa berjualan seperti dulu,” ungkapnya.
Meski omzet menurun cukup tajam, Nursalin mengaku tetap berusaha mempertahankan dagangannya. Ia berharap kondisi tersebut tidak berlangsung terlalu lama dan aktivitas ekonomi di sekitar Alun-Alun Kota Kediri dapat kembali bergerak.
Para pedagang juga berharap penataan kawasan nantinya tetap mempertimbangkan keberadaan pelaku usaha kecil yang selama ini mencari nafkah di sekitar alun-alun. Dengan kawasan yang kembali tertata dan ramai, mereka berharap roda ekonomi pedagang dapat kembali berjalan normal.
Reporter: Maulana Rahmadha
Editor : Rizky Rusdiyanto




















Tinggalkan Balasan