SIDOARJO, Tandaglobal.news Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, memberikan klarifikasi terkait kondisi para santri yang sempat menjalani perawatan medis setelah mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).

Melalui pernyataan resmi, pihak pesantren memastikan seluruh santriwan dan santriwati yang sempat mendapat perawatan medis telah tertangani dengan baik.

Sebagian besar santri bahkan disebut telah kembali ke pondok dalam kondisi sehat dan stabil, sementara sebagian lainnya masih menjalani pemantauan untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik.

Kondisi tersebut juga disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi saat meninjau para santri di RSUD R.T. Notopuro.

Ia memastikan santri yang kondisinya telah membaik diperbolehkan pulang.

Subandi menegaskan seluruh santri yang tiba di rumah sakit telah terpantau dan mendapatkan penanganan medis.

“Semuanya anak-anak kita yang tiba di rumah sakit semua sudah termonitor semua, ya. Ini tadi yang sudah sembuh-sembuh tak suruh pulangkan. Berarti tidak ada bahasa yang meninggal itu tidak ada, ya. Tidak ada yang meninggal,” kata Subandi.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebelumnya mencatat para santri mendapatkan penanganan di RSUD R.T. Notopuro, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya.

Dalam pernyataan resminya, pihak Ponpes Manba’ul Hikam juga membantah informasi yang beredar mengenai adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pesantren sekaligus membantah tuduhan bahwa sumber gangguan kesehatan berasal dari dapur internal pondok.

“Khususnya kabar bohong mengenai adanya korban jiwa atau tuduhan bahwa sumber keracunan berasal dari dapur internal pondok—kami pastikan bahwa berita tersebut adalah hoax sepenuhnya,” demikian pernyataan resmi Ponpes Manba’ul Hikam.

Sebelumnya, Ketua Asrama Wustha sekaligus Ketua Pondok Putra, Ferdiansyah, juga menegaskan makanan yang dikonsumsi para santri berasal dari penyedia program MBG, bukan dari dapur pesantren.

“Kami luruskan kembali, ini murni dari kesalahan penyedia MBG (SPPG) Tanggulangin, bukan makanan dari internal pesantren,” ujar Ferdiansyah.

Sementara itu, Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Ponpes Manba’ul Hikam, KH Abdul Wahid Harun atau Gus Wahid, menjelaskan keluhan mulai muncul setelah para santri menyantap makanan MBG selepas salat Zuhur.

“Dimulai dari setelah salat Zuhur itu anak-anak makan. Kemudian setelah salat Asar anak-anak mulai mual-mual dan muntah-muntah,” kata Gus Wahid.

Pihak pesantren mengimbau wali santri dan masyarakat tetap tenang serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Masyarakat diminta merujuk pada informasi resmi dari pihak pengasuh pondok terkait perkembangan kondisi para santri.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para santri masih dalam penanganan dan pemeriksaan pihak terkait.