SURABAYA, TandaGlobalNews PT Perkebunan Nusantara I Regional 4 merupakan salah satu wilayah perusahaan perkebunan negara di Jawa Timur. Berbeda dengan Regional 2 dan Regional 3, Regional 4 memiliki akar utama pada PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X).

Perubahan menjadi Regional 4 berlangsung dalam restrukturisasi Holding Perkebunan Nusantara pada 1 Desember 2023. Dalam struktur baru, PTPN X dilebur menjadi bagian dari PTPN I sebagai Regional 4.

Sebelum restrukturisasi, PTPN X dikenal sebagai salah satu perusahaan perkebunan negara yang sangat kuat dalam komoditas tebu dan tembakau, terutama di Jawa Timur.

Sejarah perkebunan Jawa Timur sendiri telah berlangsung sejak masa kolonial. Perkembangan industri gula melahirkan banyak perusahaan perkebunan besar, lengkap dengan pabrik gula, jalur angkutan, perumahan pekerja dan infrastruktur pendukung.

Setelah kemerdekaan dan nasionalisasi perusahaan Belanda, aset-aset perkebunan kemudian masuk ke dalam struktur PPN dan selanjutnya mengalami berbagai reorganisasi menjadi PNP dan PTP.

Dalam perkembangan modern, PTPN X menjadi salah satu perusahaan yang mengelola perkebunan tebu serta fasilitas pabrik gula. Jawa Timur menjadi pusat utama industri gula Indonesia dan memiliki jaringan pabrik gula yang luas.

Restrukturisasi berikutnya terjadi pada 2023. Sejumlah perusahaan perkebunan negara dikelompokkan kembali ke dalam dua subholding besar, yaitu PalmCo dan SupportingCo.

PTPN I Regional 4 masuk ke dalam Subholding SupportingCo. Dalam dokumen PTPN III, PTPN I Regional 4 disebut sebagai eks-PTPN X.

Perubahan tersebut juga memengaruhi cara perusahaan mengelola aset. Sebagian besar pabrik gula kemudian dikonsolidasikan ke dalam PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Artinya, sejarah Regional 4 tidak hanya mengenai perusahaan perkebunan, tetapi juga mengenai pemisahan fungsi antara pengelolaan kebun dan pengolahan gula.

Dalam struktur baru, PTPN I Regional 4 semakin diarahkan pada optimalisasi aset dan pengelolaan perkebunan yang tersisa dalam portofolionya. Sejumlah dokumen menyebut Regional 4 kemudian berfokus pada optimalisasi aset perusahaan setelah korporasi pabrik gula masuk ke SGN.

Transformasi ini merupakan bagian dari upaya Holding Perkebunan Nusantara meningkatkan efisiensi. Pabrik-pabrik gula yang sebelumnya tersebar di sejumlah PTPN ditempatkan dalam satu entitas khusus agar pengelolaannya lebih terintegrasi.

Sejarah PTPN I Regional 4 dengan demikian mempunyai dua dimensi. Pertama, sejarah panjang perkebunan tebu Jawa Timur. Kedua, sejarah transformasi kelembagaan dari PTPN X menuju Regional 4.

Kawasan Jawa Timur juga memiliki sejarah komoditas lain seperti tembakau, karet, kopi, kakao dan tanaman perkebunan lainnya. Namun, identitas Regional 4 sebelum restrukturisasi paling kuat berkaitan dengan tebu dan industri gula.

Perubahan pada 2023 tidak berarti sejarah PTPN X berhenti. Aset, kebun dan infrastruktur yang pernah berada di bawah PTPN X tetap menjadi bagian dari sejarah perusahaan negara, meskipun pengelolaannya berubah.

Saat ini Regional 4 berkantor di Surabaya dan menjadi salah satu regional PTPN I. Data PTPN I mencatat kantor Regional 4 berada di Jalan Jembatan Merah dan Jalan Merak, Surabaya.

Perjalanan tersebut menunjukkan pola umum sejarah BUMN perkebunan Indonesia. Perusahaan yang dahulu berbentuk PNP dan PTP kemudian disatukan menjadi PTPN, lalu pada 2023 kembali direstrukturisasi menjadi regional di bawah PTPN I.

Karena itu, sejarah PTPN I Regional 4 tidak dapat dipahami hanya melalui tanggal 1 Desember 2023. Tahun tersebut merupakan awal entitas regional, sedangkan sejarah kebun dan industri yang diwarisinya jauh lebih panjang.

Dari perkebunan kolonial, nasionalisasi, pembentukan perusahaan negara, PTPN X hingga Regional 4, Jawa Timur terus menjadi salah satu pusat penting industri perkebunan Indonesia.

Regional 4 kini menjadi bagian dari babak baru tersebut, dengan orientasi pada pengelolaan dan optimalisasi aset dalam struktur Holding Perkebunan Nusantara.