MEDAN, TandaGlobalNews — PT Indo CafCo merupakan perusahaan perdagangan dan pengadaan komoditas yang memiliki peranan penting dalam rantai pasok kopi Indonesia, khususnya Arabika dari Sumatera Utara. Perusahaan merupakan bagian dari ECOM Agroindustrial, perusahaan perdagangan komoditas internasional yang beroperasi di berbagai negara.
PT Indo CafCo tidak dapat dipahami sebagai perusahaan perkebunan kopi konvensional. Model bisnisnya lebih dekat dengan perusahaan origin yang membeli kopi dari produsen dan pemasok di daerah asal, melakukan pengolahan awal dan pengendalian mutu, kemudian memasoknya kepada industri dan pembeli kopi.
Sumber mengenai rantai nilai kopi Indonesia mencatat bahwa PT Indo CafCo membeli kopi parchment dan green bean di Sumatera Utara dari para kolektor. Pada pertengahan 2000-an, volume perdagangan yang dicatat untuk kantor Medan mencapai ribuan ton Arabika.
Kehadiran Indo CafCo di Sumatera Utara berkaitan erat dengan posisi provinsi tersebut sebagai salah satu pusat produksi Arabika Indonesia. Wilayah dataran tinggi seperti Simalungun, Karo, Dairi dan kawasan sekitarnya menghasilkan kopi yang diperdagangkan ke pasar domestik maupun internasional.
Indo CafCo juga memiliki keterkaitan dengan jaringan ECOM. Profil perusahaan yang tersedia menyebut PT Indo CafCo sebagai anak perusahaan ECOM Agro Industrial dan menjelaskan bahwa ECOM berfokus pada pembelian komoditas dari daerah asal, pengolahan awal, logistik, manajemen risiko dan penjualan kepada produsen produk bermerek.
Perusahaan kemudian tidak hanya menjalankan fungsi perdagangan. Salah satu perkembangan penting dalam sejarahnya adalah keterlibatan dalam program pengembangan petani kopi.
Pada 2008, International Finance Corporation atau IFC memberikan pembiayaan sebesar US$20 juta kepada perusahaan kopi lokal Indo Cafco untuk mendukung pembangunan sejumlah pusat pelatihan petani kopi di Sumatera Utara. Program tersebut dirancang untuk membantu petani meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi agar memperoleh nilai jual lebih tinggi.
Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama IFC dengan ECOM yang dilaksanakan di sejumlah negara penghasil kopi. Di Indonesia, pusat pelatihan ditujukan untuk memperkuat kemampuan petani dalam menghasilkan kopi yang memenuhi standar pasar internasional.
Perkembangan berikutnya menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap petani perempuan. Pada 2013, IFC dan PT Indo CafCo dilaporkan telah melatih 6.000 petani di Sumatera Utara, termasuk sekitar 1.600 perempuan, dalam praktik pertanian yang baik. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan mutu kopi.
Hal tersebut penting karena produksi kopi Sumatera Utara sebagian besar berasal dari perkebunan rakyat. Perusahaan perdagangan tidak dapat memperoleh pasokan yang konsisten tanpa keberadaan petani yang mampu menjaga produktivitas dan kualitas.
Indo CafCo kemudian juga terlibat dalam agenda keberlanjutan kopi. Dokumentasi SCOPI mencatat perusahaan sebagai salah satu anggota yang menjalankan kegiatan terkait keberlanjutan dalam rantai pasok kopi dan bekerja sama dengan lembaga pembangunan untuk meningkatkan praktik produksi.
Dalam sistem rantai pasok tersebut, kolektor mempunyai peranan penting. Mereka menjadi penghubung antara petani dengan perusahaan, termasuk dalam pengumpulan, pengangkutan, penyimpanan dan dalam beberapa kasus membantu petani memperoleh informasi maupun dukungan produksi.
Model ini membuat Indo CafCo berbeda dengan perusahaan perkebunan yang memiliki lahan sendiri. Kekuatan perusahaan berada pada jaringan sourcing dan hubungan dengan produsen.
Selain Sumatera Utara, jaringan Indo CafCo juga pernah dikaitkan dengan kegiatan perdagangan kopi di berbagai daerah Indonesia. Dokumen perdagangan mencatat keberadaan perusahaan di Bandar Lampung serta perdagangan biji kopi dan Robusta.
Dengan demikian, sejarah Indo CafCo di Indonesia berkembang dalam tiga lapisan. Pertama, perdagangan kopi dari daerah asal. Kedua, pengembangan jaringan pengadaan dan pengendalian kualitas. Ketiga, pembangunan kapasitas petani melalui program keberlanjutan.
Perjalanan tersebut memperlihatkan perubahan industri kopi Indonesia dari perdagangan komoditas menuju rantai pasok yang menuntut kualitas, ketertelusuran dan keberlanjutan.
Di Sumatera Utara, Indo CafCo menjadi salah satu perusahaan yang menghubungkan petani kopi dengan pasar internasional. Perannya tidak hanya berada di gudang atau dalam perdagangan biji kopi, tetapi juga sampai ke tingkat produksi melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas petani.
Karena itu, sejarah PT Indo CafCo merupakan bagian penting dari sejarah modern kopi Sumatera Utara dan perkembangan perdagangan kopi Indonesia di pasar global.




















Tinggalkan Balasan