Ia menegaskan perubahan terhadap keputusan muktamar bukan menjadi kewenangan panitia, melainkan peserta muktamar.

“Semua tergantung muktamirin. Keputusan-keputusan di sini adalah keputusan yang mengikat. Dan kalau nanti misalnya mau diubah, ya tentu atas persetujuan peserta muktamar,” katanya.

Ketegangan tersebut kemudian mendapat respons langsung dari Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Ia meminta massa menahan diri dan menjanjikan upaya mencari jalan keluar yang dapat diterima semua pihak.

“Saya mohon agar lebih tenang. Saya pribadi, berjanji akan berusaha ikut mencari jalan keluar yang bijaksana dari ini yang bisa membuat tenang semua,” kata Gus Yahya.

Gus Yahya juga menyatakan Gus Yusuf merupakan salah satu kader potensial NU.

Ia menilai keberadaan dan kontribusi Gus Yusuf tetap penting bagi organisasi.

“Terkait dengan Gus Yusuf Chudlori, sebetulnya saya mengakui bahwa beliau adalah kader yang unggul dan aktif, termasuk yang unggul dibanding yang lain,” ujarnya.

Namun, Gus Yahya menegaskan keputusan forum muktamirin tetap harus dihormati.

“Seandainya tergantung saya pribadi, saya ingin semua bisa diakomodasi, semua mendapat kesempatan. Tapi para muktamirin sudah membuat keputusan,” katanya.

Meskipun sempat mengganggu jalannya agenda persidangan, situasi di lokasi kemudian berangsur kondusif dan proses Muktamar NU ke-35 kembali dilanjutkan.