Salah satu peserta, Agung Setyawan, warga Dusun Jomblang, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan mancing gratis tersebut.

Ia menilai suasana kegiatan cukup seru meskipun kondisi air membuat peserta harus lebih berhati-hati saat memancing.

“Seru, Mas. Ini pertama kali saya ikut,” ujar Agung.

Agung mengatakan kondisi aliran air di lokasi pemancingan cukup deras sehingga peserta mengalami kesulitan saat menunggu ikan menyambar umpan.

Ia mengikuti kegiatan sejak sekitar pukul 08.00 WIB dengan menggunakan ayam sebagai umpan.

“Tempatnya cukup sulit karena arusnya agak deras. Saya mulai sekitar jam 8 dan menggunakan ayam untuk umpannya,” katanya.

Dalam keikutsertaannya, Agung mengaku telah mendapatkan dua ekor ikan.

Ia juga mengetahui bahwa peserta yang memperoleh ikan berpita berkesempatan mendapatkan hadiah yang telah disiapkan panitia.

Dwi berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan berlangsung lebih baik pada tahun-tahun berikutnya.

Panitia juga membuka diri terhadap masukan dari peserta untuk menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan berikutnya.

“Kami berharap ke depan bisa lebih maju dan lebih baik lagi. Kami juga meminta koreksi dari peserta jika masih ada kekurangan agar bisa kami perbaiki,” kata Dwi.

Kegiatan mancing gratis tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga Dusun Purworejo.

Keterbukaan kegiatan bagi masyarakat umum membuat tradisi tersebut dapat dinikmati peserta dari berbagai wilayah sekaligus memperkenalkan suasana kebersamaan masyarakat setempat.