

KEDIRI, Tandaglobal.news — Tradisi mancing gratis kembali digelar warga Dusun Purworejo, Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Kegiatan yang rutin berlangsung setiap bulan Agustus tersebut memasuki pelaksanaan yang kelima dan mendapat antusiasme dari masyarakat, termasuk peserta dari luar Dusun Purworejo, Minggu (30/8/2026).
Ketua panitia, Dwi, mengatakan kegiatan mancing bersama tersebut digelar sebagai agenda rutin warga setiap bulan Agustus.
Berbeda dengan perlombaan yang hanya diikuti warga setempat, kegiatan tersebut dibuka untuk umum sehingga masyarakat dari luar Dusun Purworejo juga dapat mengikuti.
“Ini acara rutin Dusun Purworejo. Setiap Agustus kami mengadakan acara mancing bersama atau mancing gratis. Tahun ini sudah yang kelima kalinya,” ujar Dwi.
Panitia menyediakan sekitar 4,5 kuintal ikan lele untuk kegiatan tersebut.
Peserta dapat mengikuti kegiatan tanpa dipungut biaya pendaftaran.
Namun, panitia menyediakan partisipasi sebesar Rp5.000 yang digunakan untuk keperluan kebersihan selama kegiatan berlangsung.
Dwi menjelaskan, mekanisme mendapatkan hadiah dalam kegiatan tersebut menggunakan ikan bertanda khusus.
Panitia memberikan pita merah pada sejumlah ikan menggunakan peniti.
Peserta yang mendapatkan ikan bertanda tersebut dapat langsung membawanya ke sekretariat untuk ditukarkan dengan hadiah tanpa melalui proses pengundian.
“Untuk ikannya kami beri tanda menggunakan pita merah. Kalau peserta mendapatkan ikan bertanda tersebut, bisa langsung dibawa ke sekretariat dan ditukar dengan hadiah tanpa diundi,” katanya.
Hadiah yang disediakan panitia berupa berbagai kebutuhan rumah tangga.
Selain mancing gratis, rangkaian kegiatan di lingkungan RT 19 juga dilengkapi hiburan elektone dan pembagian hadiah dari sejumlah perlombaan yang telah digelar sebelumnya.
Menurut Dwi, pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari seluruh warga Dusun Purworejo serta para sponsor.
Dukungan tersebut membantu panitia menyediakan kebutuhan kegiatan sekaligus menjaga tradisi mancing bersama agar tetap berlangsung setiap tahun.
“Alhamdulillah semua warga Dusun Purworejo mendukung. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga dan para sponsor yang telah membantu terselenggaranya acara ini,” ujarnya.
Salah satu peserta, Agung Setyawan, warga Dusun Jomblang, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan mancing gratis tersebut.
Ia menilai suasana kegiatan cukup seru meskipun kondisi air membuat peserta harus lebih berhati-hati saat memancing.
“Seru, Mas. Ini pertama kali saya ikut,” ujar Agung.
Agung mengatakan kondisi aliran air di lokasi pemancingan cukup deras sehingga peserta mengalami kesulitan saat menunggu ikan menyambar umpan.
Ia mengikuti kegiatan sejak sekitar pukul 08.00 WIB dengan menggunakan ayam sebagai umpan.
“Tempatnya cukup sulit karena arusnya agak deras. Saya mulai sekitar jam 8 dan menggunakan ayam untuk umpannya,” katanya.
Dalam keikutsertaannya, Agung mengaku telah mendapatkan dua ekor ikan.
Ia juga mengetahui bahwa peserta yang memperoleh ikan berpita berkesempatan mendapatkan hadiah yang telah disiapkan panitia.
Dwi berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan berlangsung lebih baik pada tahun-tahun berikutnya.
Panitia juga membuka diri terhadap masukan dari peserta untuk menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan berikutnya.
“Kami berharap ke depan bisa lebih maju dan lebih baik lagi. Kami juga meminta koreksi dari peserta jika masih ada kekurangan agar bisa kami perbaiki,” kata Dwi.
Kegiatan mancing gratis tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga Dusun Purworejo.
Keterbukaan kegiatan bagi masyarakat umum membuat tradisi tersebut dapat dinikmati peserta dari berbagai wilayah sekaligus memperkenalkan suasana kebersamaan masyarakat setempat.




















Tinggalkan Balasan