

KEDIRI, Tandaglobal.news — Pemerintah Kabupaten Kediri terus mendorong pelaku UMKM milenial untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, serta membuka peluang menembus pasar ekspor.
Pengembangan usaha kini diarahkan tidak hanya pada kegiatan promosi, tetapi juga penguatan ekosistem usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui UMKM Millenial Fest 2026 – Grow n Glow yang digelar di Taman Hijau, Simpang Lima Gumul, 27-30 Agustus 2026.
Sebanyak 110 pelaku usaha dan layanan dari berbagai sektor ambil bagian dalam kegiatan yang menjadi rangkaian Gempita Kemerdekaan Tahun 2026 tersebut.
Festival ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat dan calon konsumen.
Beragam kegiatan dikemas dalam satu lokasi, mulai dari pameran produk, creative space UMKM, area kuliner, talkshow, pertunjukan musik hingga hiburan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin mengatakan, perkembangan UMKM milenial di daerah tersebut menunjukkan prospek yang cukup menjanjikan.
Pertumbuhan jumlah pelaku usaha juga diikuti semakin beragamnya jenis usaha yang digeluti.
Kondisi tersebut, kata Solikin, perlu diikuti dengan ekosistem usaha yang mampu membuat pelaku UMKM tidak berhenti pada tahap memulai bisnis, tetapi berkembang secara berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Kediri terus memberikan fasilitasi dan pendampingan dengan membangun ekosistem usaha serta meningkatkan kualitas produk. Kita berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi milenial untuk berkarya melalui kreativitas dan inovasi,” kata Solikin saat membuka festival, Kamis (27/8).
Menurutnya, ruang promosi seperti festival UMKM penting untuk mempertemukan produk lokal dengan pasar.
Di tengah persaingan usaha yang semakin terbuka, kemampuan pelaku UMKM membaca kebutuhan konsumen dan menghadirkan produk yang kompetitif menjadi salah satu kunci untuk berkembang.


Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri Santoso mengatakan, pengembangan UMKM ke depan tidak berhenti pada peningkatan penjualan di pasar lokal.
Pelaku usaha juga akan diarahkan untuk memperluas jangkauan pemasaran, termasuk membuka akses menuju pasar luar negeri.
“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap produk UMKM semakin dikenal masyarakat dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Santoso.
Ia menambahkan, peluang menuju pasar ekspor membutuhkan kesiapan dari sisi kualitas produk, kapasitas produksi, kemasan, legalitas hingga kemampuan memenuhi permintaan pasar.
Karena itu, pendampingan menjadi bagian penting agar pelaku UMKM dapat memenuhi standar yang dibutuhkan ketika memperluas pasar.
Dengan menghadirkan 110 pelaku usaha dalam satu ruang, UMKM Millenial Fest 2026 sekaligus menjadi etalase potensi usaha lokal Kabupaten Kediri.
Dari panggung di kawasan Simpang Lima Gumul tersebut, produk UMKM didorong tidak hanya semakin dikenal konsumen daerah, tetapi juga memiliki jalan untuk tumbuh ke pasar yang lebih luas.




















Tinggalkan Balasan