KEDIRI, Tandaglobal.news Semangat berbagi dan gotong royong kembali terlihat dalam pelaksanaan Bazar Gratis Dusun Puncu yang digelar masyarakat Dusun Puncu, Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tahunan tersebut kini memasuki pelaksanaan yang kelima.

Bazar gratis ini menjadi salah satu agenda warga untuk memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kekompakan masyarakat.

Seluruh kebutuhan kegiatan berasal dari swadaya warga Dusun Puncu.

Berbeda dengan bazar pada umumnya, kegiatan ini secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat luar dusun atau para pendatang yang datang berkunjung.

Warga Dusun Puncu justru mengambil peran sebagai penyedia sekaligus pelayan di setiap stan.

Tahun ini terdapat 28 stan yang turut ambil bagian.

Masing-masing stan menyiapkan makanan dan hidangan secara gratis untuk masyarakat yang datang.

Kepala Dusun Puncu, Hadi Prasetyo, mengatakan kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin masyarakat dan selalu mendapat sambutan antusias.

Selain sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, bazar juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan memperkuat persatuan warga.

“Ini sudah yang kelima kalinya. Kegiatan ini murni dari swadaya masyarakat Dusun Puncu. Tujuannya untuk berbagi dengan sesama, menjalin silaturahmi, menjaga kekompakan warga, sekaligus memperingati kemerdekaan dan mengenang jasa para pahlawan,” ujar Hadi, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Hadi, persiapan kegiatan dilakukan secara bersama-sama.

Warga mulai mempersiapkan stan sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan.

Kekompakan antarwarga terlihat sejak proses pembangunan hingga persiapan makanan yang akan dibagikan kepada pengunjung.

Setiap stan juga memiliki tanggung jawab menyediakan makanan dalam jumlah yang cukup.

Minimal terdapat sekitar 200 porsi makanan yang disiapkan oleh masing-masing stan.

Antusiasme masyarakat yang datang bahkan kerap membuat jumlah makanan yang tersedia cepat habis.

Panitia sebenarnya telah menyiapkan porsi cadangan untuk mengantisipasi jumlah pengunjung yang melebihi perkiraan.

Hadi menjelaskan, pada pelaksanaan tahun ini panitia menyiapkan ribuan porsi makanan.

Kuota kupon yang dibagikan sengaja tidak dibuat sama dengan jumlah makanan yang tersedia agar masih terdapat cadangan apabila terjadi lonjakan pengunjung.

“Kadang kuponnya masih ada, tetapi makanan sudah habis karena pengunjung membeludak. Kami sebenarnya sudah menyisihkan porsi cadangan. Misalnya dari sekitar 7.000 menu, kupon yang dibagikan hanya 5.000 supaya masih ada cadangan,” jelasnya.

Meski demikian, jumlah pengunjung yang datang tetap sulit diprediksi.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang digelar secara cuma-cuma tersebut.

Persiapan bazar tidak hanya dilakukan secara fisik.

Setiap RT juga ikut menentukan menu yang akan disajikan melalui pertemuan warga.

Penentuan menu dilakukan dengan cara voting untuk mendapatkan pilihan yang paling banyak disepakati.

Pada pelaksanaan tahun ini, salah satu menu yang dipilih adalah nasi ayam goreng laos.

Yayuk, perwakilan Stand RT 4 RW 3, mengatakan proses menentukan menu dilakukan bersama warga sehingga seluruh anggota dapat ikut memberikan pendapat.

“Sebelumnya kami kumpul bersama warga untuk menentukan menu. Pilihannya kemudian divoting dan yang mendapatkan suara terbanyak menjadi menu yang disiapkan. Tahun ini kami memilih nasi ayam goreng laos,” ungkap Yayuk.

Menurut Yayuk, setiap stan umumnya menyediakan satu jenis menu dalam jumlah cukup banyak.

Selain untuk memudahkan persiapan, sistem tersebut juga membuat warga dalam satu lingkungan dapat bekerja sama secara lebih terkoordinasi.

Dana yang digunakan untuk operasional stan berasal dari iuran warga di tingkat RT.

Dengan demikian, seluruh kegiatan benar-benar dibangun atas dasar kebersamaan dan partisipasi masyarakat.

“Dana dari iuran warga RT. Persiapannya juga dilakukan bersama-sama. Bagi kami, yang paling penting bukan hanya makanannya, tetapi kebersamaan warga dalam menyiapkan acara ini,” kata Yayuk.

Meski setiap stan berusaha menampilkan hidangan terbaik, Bazar Gratis Dusun Puncu bukanlah sebuah perlombaan.

Kegiatan tersebut murni menjadi agenda sosial dan kemasyarakatan yang digelar secara rutin setiap tahun.

Bagi warga, persiapan bazar justru menjadi kesempatan untuk kembali berkumpul.

Pertemuan warga yang biasanya membahas berbagai persoalan lingkungan juga menjadi sarana untuk mempersiapkan kegiatan bersama.

Nilai gotong royong menjadi salah satu hal yang paling terasa dalam pelaksanaan bazar.

Mulai dari membangun stan, menentukan menu, mengumpulkan dana, memasak, hingga melayani pengunjung dilakukan secara bersama-sama.

Selain mempererat hubungan antarwarga, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk belajar berbagi dan menumbuhkan kepedulian terhadap orang lain.

Hadi berharap kegiatan Bazar Gratis Dusun Puncu dapat terus dipertahankan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.

Ia ingin kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi semakin besar dan memiliki lebih banyak kegiatan pendukung.

“Harapan kami kegiatan ini bisa terus berjalan setiap tahun. Kalau memungkinkan, ke depan bisa lebih meriah, skalanya lebih besar, dan menu yang disiapkan juga semakin beragam,” harap Hadi.

Sementara itu, Yayuk berharap semangat kebersamaan yang muncul selama persiapan hingga pelaksanaan bazar dapat terus dipertahankan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kekompakan warga dapat menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi banyak orang.

Tingginya jumlah pengunjung juga membuat panitia mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga keamanan barang pribadi, terutama ketika berada di tengah kerumunan.

Dengan 28 stan yang berpartisipasi dan dukungan penuh masyarakat, Bazar Gratis Dusun Puncu tahun kelima kembali menjadi gambaran kuatnya tradisi gotong royong di tengah masyarakat.

Semangat berbagi tersebut sekaligus menjadi cara warga memaknai kemerdekaan melalui kepedulian, kebersamaan, dan saling membantu.