Menurut Hadi, persiapan kegiatan dilakukan secara bersama-sama.

Warga mulai mempersiapkan stan sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan.

Kekompakan antarwarga terlihat sejak proses pembangunan hingga persiapan makanan yang akan dibagikan kepada pengunjung.

Setiap stan juga memiliki tanggung jawab menyediakan makanan dalam jumlah yang cukup.

Minimal terdapat sekitar 200 porsi makanan yang disiapkan oleh masing-masing stan.

Antusiasme masyarakat yang datang bahkan kerap membuat jumlah makanan yang tersedia cepat habis.

Panitia sebenarnya telah menyiapkan porsi cadangan untuk mengantisipasi jumlah pengunjung yang melebihi perkiraan.

Hadi menjelaskan, pada pelaksanaan tahun ini panitia menyiapkan ribuan porsi makanan.

Kuota kupon yang dibagikan sengaja tidak dibuat sama dengan jumlah makanan yang tersedia agar masih terdapat cadangan apabila terjadi lonjakan pengunjung.

“Kadang kuponnya masih ada, tetapi makanan sudah habis karena pengunjung membeludak. Kami sebenarnya sudah menyisihkan porsi cadangan. Misalnya dari sekitar 7.000 menu, kupon yang dibagikan hanya 5.000 supaya masih ada cadangan,” jelasnya.

Meski demikian, jumlah pengunjung yang datang tetap sulit diprediksi.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang digelar secara cuma-cuma tersebut.

Persiapan bazar tidak hanya dilakukan secara fisik.

Setiap RT juga ikut menentukan menu yang akan disajikan melalui pertemuan warga.

Penentuan menu dilakukan dengan cara voting untuk mendapatkan pilihan yang paling banyak disepakati.

Pada pelaksanaan tahun ini, salah satu menu yang dipilih adalah nasi ayam goreng laos.

Yayuk, perwakilan Stand RT 4 RW 3, mengatakan proses menentukan menu dilakukan bersama warga sehingga seluruh anggota dapat ikut memberikan pendapat.

“Sebelumnya kami kumpul bersama warga untuk menentukan menu. Pilihannya kemudian divoting dan yang mendapatkan suara terbanyak menjadi menu yang disiapkan. Tahun ini kami memilih nasi ayam goreng laos,” ungkap Yayuk.

Menurut Yayuk, setiap stan umumnya menyediakan satu jenis menu dalam jumlah cukup banyak.

Selain untuk memudahkan persiapan, sistem tersebut juga membuat warga dalam satu lingkungan dapat bekerja sama secara lebih terkoordinasi.

Dana yang digunakan untuk operasional stan berasal dari iuran warga di tingkat RT.

Dengan demikian, seluruh kegiatan benar-benar dibangun atas dasar kebersamaan dan partisipasi masyarakat.

“Dana dari iuran warga RT. Persiapannya juga dilakukan bersama-sama. Bagi kami, yang paling penting bukan hanya makanannya, tetapi kebersamaan warga dalam menyiapkan acara ini,” kata Yayuk.