Di sisi lain, berbagai produk UMKM juga mulai diangkat sebagai bagian dari potensi desa.
Produk yang dikembangkan antara lain olahan susu kambing etawa, ecoprint, keripik, produk rumah kompos dan bibit, hingga kerajinan anyaman tas.
UNP Kediri turut membantu dalam pengembangan pemasaran digital, termasuk memperkenalkan produk melalui platform daring seperti Shopee.
Pendampingan juga dilakukan untuk menyempurnakan produk herbal, termasuk racikan jamu serbuk.

Pengelolaan destinasi wisata seperti Sumber Jembangan dan Alaska berada di bawah naungan BUMDes dengan dukungan Pokdarwis.
Pengelolaan tersebut juga dibarengi dengan upaya menjaga kelestarian kawasan.
Sejumlah aturan diterapkan di kawasan hutan dan lingkungan wisata.
Di antaranya larangan berjualan di area tertentu, larangan menebang atau merusak tanaman, serta larangan memaku pohon.
Aturan tersebut dibuat untuk menjaga keasrian lingkungan sekaligus mempertahankan karakter ekowisata Tempurejo.
Camat Wates, Sugeng Margono, S.E., menyambut positif pengembangan Desa Wisata Tempurejo.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi hal penting karena pendampingan dari perguruan tinggi memiliki batas waktu.




















Tinggalkan Balasan