Pedagang juga harus mendapatkan akses yang lebih mudah sehingga distribusinya tidak dikuasai pihak tertentu,” jelasnya.
Selain itu, APPSI juga mulai mempersiapkan pembentukan kepengurusan di setiap pasar sebagai upaya memperkuat koordinasi antarpedagang sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan.
Meski demikian, Muntoha mengakui pembentukan organisasi hingga tingkat pasar bukan pekerjaan mudah karena sebagian besar pedagang lebih memilih fokus menjalankan usahanya dibandingkan terlibat dalam organisasi.
Ke depan, APPSI juga akan membawa berbagai persoalan yang dihadapi pedagang Kabupaten Kediri dalam forum nasional organisasi tersebut.
Berbagai pengalaman dari daerah lain diharapkan dapat menjadi referensi dalam merumuskan solusi yang dapat diterapkan di tingkat lokal.
“Kita tidak boleh hanya berhenti berbicara. Yang dibutuhkan sekarang adalah bergerak dan memberikan dampak nyata bagi pedagang pasar,” tegasnya.
Muntoha optimistis pasar tradisional masih memiliki masa depan apabila seluruh pemangku kepentingan mampu duduk bersama mencari solusi.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan APPSI menjadi kunci agar pasar tradisional tetap menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kediri.




















Tinggalkan Balasan