Kediri, Tandaglobal.news- Perkembangan teknologi dan perubahan pola belanja masyarakat turut dirasakan para pedagang di pasar tradisional. Meski kondisi Pasar Pahing, Kota Kediri, kini dinilai semakin tertata dan memiliki fasilitas yang lebih baik, jumlah pembeli yang datang langsung ke pasar disebut tidak seramai dahulu.

Salah seorang pedagang senior, Siti Isnaniyah (75), mengatakan dirinya tetap menjalani aktivitas berjualan meski telah memasuki usia lanjut. Baginya, berjualan tidak semata-mata untuk mengejar keuntungan besar, tetapi juga menjadi kegiatan untuk mengisi waktu agar tidak merasa bosan berada di rumah.

“Kalau sudah tua seperti saya ini, jualan ya untuk mengisi waktu. Daripada di rumah terus dan bosan,” katanya Jum’at, (21/08/26).

Menurutnya, kondisi fasilitas Pasar Pahing saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Pedagang kini memiliki tempat berjualan yang lebih tertata dengan kios dan rolling door, berbeda dengan kondisi sebelumnya yang masih banyak menggunakan tempat berjualan sederhana.

Selain fasilitas yang semakin baik, Siti juga menegaskan bahwa barang dagangan, khususnya sayuran yang dijual di pasar, tetap memperhatikan kualitas dan kelayakan untuk dikonsumsi. Ia menyebut pedagang berusaha menyediakan barang yang masih bagus dan layak dijual kepada masyarakat.

Namun, di tengah perkembangan pasar secara fisik, tantangan baru muncul dari perubahan kebiasaan belanja masyarakat. Kehadiran perdagangan digital dan berbagai platform belanja daring disebut turut memengaruhi jumlah pengunjung pasar tradisional.

“Sekarang memang berbeda. Orang banyak yang belanja secara online, jadi pembeli yang datang langsung ke pasar terasa berkurang,” ucapnya.

Menurut Siti, kondisi pasar saat ini cenderung tidak seramai masa lalu. Bahkan, pada momen tertentu yang biasanya identik dengan meningkatnya aktivitas belanja, suasana pasar tidak selalu seramai yang diharapkan para pedagang.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti berdagang. Dengan waktu berjualan yang lebih santai dan fleksibel, ia tetap datang ke pasar sesuai kemampuannya. Bagi pedagang senior seperti dirinya, aktivitas di pasar juga menjadi sarana untuk bertemu orang lain dan tetap produktif.

Ia hanya perlu memenuhi kewajiban sebagai pedagang, termasuk membayar retribusi pasar, sementara waktu berjualan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

Keberadaan pedagang lansia seperti Siti menjadi bagian dari wajah pasar tradisional yang terus bertahan di tengah perubahan zaman. Di saat belanja digital semakin berkembang, pasar tetap menjadi ruang pertemuan antara pedagang dan pembeli, sekaligus tempat bagi sebagian masyarakat untuk menjalankan aktivitas dan menjaga produktivitas di masa tua.

Reporter: Maulana Rahmadha
Editor: Rizky Rusdiyanto