
Tandaglobal.news | Kediri – Sejumlah pedagang di Pasar Wates, Kabupaten Kediri, mengeluhkan kondisi pasar pascarevitalisasi yang dinilai kurang ramah bagi pengunjung maupun pedagang. Penataan lapak yang dianggap terlalu menyebar serta terbatasnya akses kendaraan disebut berdampak pada menurunnya aktivitas jual beli, Kamis (25/6/2026).
Salah satu pedagang Pasar Wates, Denok, mengatakan kondisi pasar saat ini membuat pengunjung harus berjalan cukup jauh untuk berbelanja. Menurutnya, konsep awal pasar diharapkan menyediakan jalur kendaraan, seperti sepeda motor, yang dapat melintas di bagian tengah pasar sehingga memudahkan akses pembeli.
“Sekarang pembeli harus jalan kaki cukup jauh. Dulu harapannya ada jalur kendaraan di tengah, jadi orang belanja tidak capek keliling. Sekarang kalau mencari barang harus jalan terus sampai pegal,” ujar Denok.
Ia menilai penempatan lapak pedagang yang terlalu terpencar juga menjadi kendala tersendiri. Tidak adanya pengelompokan pedagang berdasarkan jenis dagangan membuat pembeli harus berkeliling lebih jauh untuk mendapatkan barang yang dicari.
Kondisi tersebut, lanjut Denok, turut berdampak pada menurunnya jumlah pengunjung. Akibatnya, tidak sedikit pedagang yang memilih menutup kios lebih awal, terutama saat memasuki sore hingga malam hari karena minimnya pembeli yang datang.
“Banyak kios yang sekarang tutup lebih cepat, apalagi menjelang malam. Pengunjung sudah tidak seramai dulu,” katanya.
Denok membandingkan kondisi tersebut dengan Pasar Wates lama yang menurutnya lebih memberikan peluang rezeki bagi para pedagang. Pada pasar sebelumnya, kendaraan roda dua masih diperbolehkan masuk ke area pasar sehingga memudahkan masyarakat berbelanja tanpa harus berjalan jauh.
Selain persoalan akses, pedagang juga menyoroti besaran biaya lapak di pasar baru yang dinilai cukup tinggi. Kondisi itu membuat sebagian pedagang memilih membuka usaha di area luar pasar daripada menempati kios di dalam bangunan pasar.
Meski demikian, para pedagang berharap adanya evaluasi dari pihak terkait terhadap sistem penataan pasar, baik dari sisi aksesibilitas maupun pengelompokan lapak, sehingga Pasar Wates dapat kembali ramai dikunjungi masyarakat dan aktivitas perdagangan berjalan lebih optimal.
Jurnalis : Maulana Rahmadha