Sementara itu, kegiatan perawatan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan kawasan hingga memastikan keamanan situs, menjadi tanggung jawab juru pelihara yang bertugas di lokasi.
Menurut Tumidi, keberadaan juru pelihara menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pelestarian Candi Dorok.
Ia juga menilai masyarakat sekitar turut memberikan dukungan sehingga keberadaan situs bersejarah tersebut tetap terjaga.
“Menjaga keamanan sudah menjadi tanggung jawab juru pelihara. Alhamdulillah, masyarakat juga memberikan dukungan terhadap keberadaan Candi Dorok.”
Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan Candi Dorok.
Selain perhatian pemerintah, kepedulian masyarakat sekitar turut menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga situs bersejarah tersebut tetap terpelihara sebagai warisan budaya.
Tumidi mengungkapkan bahwa wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari berbagai kota di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri.
“Pengunjung datang tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. Pernah ada wisatawan dari Amerika Serikat, Australia, dan Bali yang datang untuk melihat Candi Dorok.”
Meski demikian, Tumidi mengaku tidak memiliki data pasti mengenai jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya.
Ia hanya mengingat jumlah pengunjung pada beberapa tahun sebelumnya cenderung lebih ramai dibandingkan saat ini.
Walaupun begitu, hingga sekarang masih terdapat agenda kunjungan wisatawan, termasuk wisatawan asing, yang datang untuk mempelajari maupun menikmati keberadaan Candi Dorok sebagai bagian dari warisan budaya di Kediri.
Untuk mendukung upaya konservasi, area Candi Dorok saat ini telah dilengkapi atap pelindung yang berfungsi mengurangi dampak paparan cuaca terhadap struktur bangunan.
Perawatan rutin yang dilakukan juru pelihara menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi situs agar tetap lestari.
Keberlangsungan pelestarian Candi Dorok juga diwujudkan melalui proses regenerasi juru pelihara.




















Tinggalkan Balasan