
Sementara itu, Tori Seidel Stivelman, mahasiswa asal Maryland, mengaku mengetahui program tersebut sejak mengikuti masa orientasi di kampusnya.
Pertemuannya dengan Dr. Buhan membuat Tori tertarik hingga akhirnya memutuskan mengikuti program tersebut selama satu tahun akademik.
Tori mengaku senang dapat mengunjungi Sanggar Sekartaji Kontemporer dan menyaksikan secara langsung proses pelestarian budaya di Pare.
“I thought it was beautiful. I love how open it is and everyone can enjoy each other’s company,” kata Tori.
(Terjemahan: “Saya pikir tempat ini indah. Saya menyukai suasananya yang terbuka sehingga semua orang dapat menikmati kebersamaan.”)
Menurut Tori, kemampuan para penari menghafal rangkaian gerakan yang panjang merupakan hal yang paling mengesankan selama kunjungan.
Ia juga menilai seluruh penari dan masyarakat yang ditemuinya sangat ramah dan terbuka terhadap para tamu.
“The memory that the dancers have is just amazing. I could not imagine memorizing such a long dance,” pujinya.
(Terjemahan: “Kemampuan para penari mengingat gerakan benar-benar luar biasa. Saya tidak bisa membayangkan menghafal tarian sepanjang itu.”)




















Tinggalkan Balasan