Konsep eduwisata yang diterapkan di JIB Aviary memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada masyarakat.

Pengunjung, terutama anak-anak dan pelajar, dapat mengenal beragam spesies burung sekaligus memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu daya tarik karena menggabungkan unsur rekreasi dengan edukasi dalam satu lokasi.

Menurut Pendy, tingginya jumlah pengunjung pada akhir pekan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kondisi satwa.

Burung yang terlalu sering berinteraksi dengan keramaian berpotensi mengalami stres sehingga membutuhkan perhatian khusus dari para petugas.

“Kami rutin memantau kondisi satwa dan memberikan asupan bergizi seperti kroto agar burung tetap sehat. Jika ada yang stres, penanganannya kami lakukan hingga kondisinya kembali normal,” jelasnya.

Perawatan satwa dilakukan secara rutin agar seluruh koleksi tetap berada dalam kondisi sehat.

Pemantauan kesehatan, pemberian pakan yang sesuai, serta pengelolaan lingkungan kandang menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi konservasi.

Langkah tersebut juga bertujuan menjaga kenyamanan satwa sehingga tetap dapat menjadi media pembelajaran bagi masyarakat.

Dengan konsep yang memadukan wisata, edukasi, dan konservasi, JIB Aviary diharapkan terus menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Kediri.

Keberadaan tempat ini tidak hanya memberikan pilihan rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian satwa dan lingkungan sejak usia dini.