Kediri, Tandaglobal.news Kontingen Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMA Negeri 2 Pare mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR di Lapangan Desa Tulungrejo, kawasan Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Selasa (28/7/2026). Para peserta mengaku telah mempersiapkan diri selama kurang lebih tiga bulan untuk memberikan hasil terbaik dalam ajang tersebut.

SMA Negeri 2 Pare telah melakukan persiapan secara bertahap mulai dari pembentukan tim, pengumpulan alat dan perlengkapan, penataan serta dekorasi tenda, hingga latihan gladi.

Seluruh peserta dibagi sesuai bidang lomba agar dapat menjalankan tugas masing-masing secara maksimal saat perlombaan berlangsung.

Perwakilan kontingen PMR Wira SMA Negeri 2 Pare, Kevin Arya, mengatakan setiap sekolah menyiapkan tim khusus untuk menghadapi 12 mata lomba yang dipertandingkan.

Menurutnya, pembagian tugas menjadi kunci agar seluruh peserta dapat fokus pada kemampuan masing-masing.

“Persiapan kami sekitar tiga bulan. Selama itu kami menyiapkan tim, perlengkapan, tata tenda, latihan gladi, hingga membagi anggota sesuai mata lomba yang diikuti,” ujar Kevin.

Ia menjelaskan terdapat 12 mata lomba yang harus diikuti peserta, di antaranya Tata Tenda, Cerdas Cermat, Perawatan Keluarga, Traveling atau Presentasi, hingga Pasca Bongkar Tenda.

Seluruh nilai dari setiap cabang lomba akan diakumulasikan untuk menentukan juara umum.

Karena itu, setiap kontingen dituntut tampil maksimal di seluruh perlombaan.

Bagi Kevin, hal yang paling berkesan selama mengikuti Jumbara bukan hanya persaingan memperebutkan gelar juara, melainkan kesempatan bertemu dan bertukar pengalaman dengan anggota PMR dari berbagai sekolah.


Menurutnya, suasana kebersamaan dan semangat saling membantu antarpeserta menjadi pengalaman yang sulit ditemukan dalam kegiatan sekolah sehari-hari.

“Yang paling menarik bagi saya bukan hanya lombanya, tetapi bisa bertemu teman-teman PMR dari banyak sekolah. Kami bisa saling bertukar pengalaman, belajar cara kerja tim yang berbeda, bahkan tetap saling membantu meski sedang berkompetisi. Itu yang membuat Jumbara terasa istimewa,” katanya.

Kevin menambahkan pelaksanaan kegiatan sejauh ini berjalan lancar meski masih terdapat beberapa kendala di lapangan, seperti cuaca yang cukup panas serta gangguan aliran listrik yang sesekali padam.

Ia berharap pada penyelenggaraan berikutnya koordinasi panitia dapat lebih ditingkatkan, terutama dalam menjaga ketepatan waktu pelaksanaan setiap rangkaian lomba agar jadwal tidak lagi mengalami keterlambatan sehingga seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan lebih nyaman dan maksimal.