


Tandaglobal.news | Kediri – JIB Aviary (Jami Imam Baidhowi Aviary) di Pare, Kabupaten Kediri, terus menjadi salah satu destinasi eduwisata favorit masyarakat. Mengusung konsep konservasi satwa sekaligus edukasi, tempat ini menghadirkan berbagai koleksi burung eksotis yang dapat dilihat dan dipelajari secara langsung oleh pengunjung.
Pada akhir pekan, jumlah wisatawan yang datang dapat mencapai ratusan orang.
Pengunjung tidak hanya berasal dari Kabupaten Kediri, tetapi juga dari Tulungagung, Jombang, Nganjuk, dan sejumlah daerah di sekitarnya.
Mereka memanfaatkan waktu libur untuk menikmati suasana yang asri sekaligus mengenal lebih dekat berbagai jenis satwa yang dipelihara di kawasan tersebut.
Pengelola JIB Aviary, Pendy, mengatakan daya tarik utama tempat tersebut adalah kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal berbagai jenis burung dari dekat melalui konsep edukasi yang dikemas secara menarik.
“Saat akhir pekan, pengunjung bisa mencapai ratusan orang. Mereka datang tidak hanya dari Kediri, tetapi juga dari Tulungagung, Jombang, Nganjuk, dan daerah sekitar,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
JIB Aviary memiliki puluhan koleksi burung, di antaranya merak hijau, merak putih India, kasuari, victoria mambruk, nuri kepala hitam, kepodang emas, jalak bali, jalak suren, jalak nias, serta berbagai jenis burung lainnya.
Selain itu, terdapat kura-kura dan kolam ikan yang semakin menambah daya tarik kawasan tersebut sebagai lokasi wisata keluarga.
Selain menjadi tempat rekreasi, JIB Aviary juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan konservasi.
Pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai habitat, pola makan, hingga karakteristik masing-masing satwa.
Pengelola juga memiliki fasilitas inkubator untuk menetaskan telur beberapa jenis burung sebagai bagian dari upaya pelestarian.
Konsep eduwisata yang diterapkan di JIB Aviary memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada masyarakat.
Pengunjung, terutama anak-anak dan pelajar, dapat mengenal beragam spesies burung sekaligus memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu daya tarik karena menggabungkan unsur rekreasi dengan edukasi dalam satu lokasi.
Menurut Pendy, tingginya jumlah pengunjung pada akhir pekan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kondisi satwa.
Burung yang terlalu sering berinteraksi dengan keramaian berpotensi mengalami stres sehingga membutuhkan perhatian khusus dari para petugas.
“Kami rutin memantau kondisi satwa dan memberikan asupan bergizi seperti kroto agar burung tetap sehat. Jika ada yang stres, penanganannya kami lakukan hingga kondisinya kembali normal,” jelasnya.
Perawatan satwa dilakukan secara rutin agar seluruh koleksi tetap berada dalam kondisi sehat.
Pemantauan kesehatan, pemberian pakan yang sesuai, serta pengelolaan lingkungan kandang menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi konservasi.
Langkah tersebut juga bertujuan menjaga kenyamanan satwa sehingga tetap dapat menjadi media pembelajaran bagi masyarakat.
Dengan konsep yang memadukan wisata, edukasi, dan konservasi, JIB Aviary diharapkan terus menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Kediri.
Keberadaan tempat ini tidak hanya memberikan pilihan rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian satwa dan lingkungan sejak usia dini.




















Tinggalkan Balasan