Muhsin menjelaskan perubahan kondisi ekonomi keluarga dapat terjadi setelah proses pendataan dilakukan. Karena itu, verifikasi lapangan menjadi langkah penting agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Kadang saat pendataan dulu keluarganya dianggap mampu, punya usaha atau rumah sendiri. Namun ketika diverifikasi ternyata usahanya sudah tutup, rumahnya dijual, bahkan sekarang tinggal mengontrak. Kondisi seperti ini yang kami perhatikan,” katanya.
Untuk beasiswa mahasiswa, pendaftaran telah ditutup dan saat ini memasuki tahap verifikasi. Sementara itu, pendaftaran beasiswa bagi siswa SD, SMP, dan SMA masih dibuka hingga 2 Agustus 2026 dengan jadwal berbeda pada setiap jenjang.
Besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Siswa SD yang melanjutkan pendidikan memperoleh Rp1 juta, siswa SMP Rp1,5 juta, dan siswa SMA Rp2 juta.
Mahasiswa baru menerima bantuan sebesar Rp5 juta yang diberikan satu kali pada tahun pertama.
“Untuk mahasiswa baru nilainya Rp5 juta. Setelah itu, apabila pada semester berikutnya memiliki prestasi akademik yang baik, mereka bisa mengajukan beasiswa prestasi. Minimal memiliki IPK 3,6,” terang Muhsin.
Ia berharap alokasi anggaran dan kuota penerima beasiswa dapat terus bertambah pada tahun mendatang sehingga semakin banyak masyarakat Kabupaten Kediri yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.
“Mudah-mudahan tahun depan ada tambahan kuota dan anggaran, sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa mengakses program beasiswa ini,” pungkasnya.




















Tinggalkan Balasan