Antusiasme masyarakat terhadap program beasiswa tersebut tergolong tinggi. Untuk kategori mahasiswa, jumlah pendaftar telah melampaui 1.200 orang, sedangkan kuota yang tersedia hanya sekitar 500 penerima.
Karena tingginya jumlah pemohon, proses seleksi dilakukan secara ketat melalui verifikasi administrasi dan kunjungan langsung ke rumah calon penerima.
“Pemohonnya lebih dari 1.200 orang, sedangkan kuotanya sekitar 500. Karena itu seleksinya ketat. Sesuai arahan Mas Bup, kami melakukan verifikasi langsung ke rumah masing-masing untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Muhsin.
Ia menegaskan penentuan penerima tidak semata-mata mengacu pada kategori desil kesejahteraan. Kondisi riil keluarga di lapangan menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi.
“Memang ada acuan desil 1 sampai 5. Tetapi ketika ada pemohon yang secara administrasi masuk desil 6 atau 7, namun saat dicek kondisinya ternyata lebih membutuhkan, tentu akan menjadi pertimbangan. Tidak mutlak berdasarkan desil,” tegasnya.




















Tinggalkan Balasan