KEDIRI, TandaGlobalNews – Kunjungan Badan Pekerja Majelis Klasis Gereja Kristen Indonesia (GKI) Klasis Madiun ke Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah, Kota Kediri, Sabtu (31/10/2026), menjadi momentum mempererat hubungan lintas iman.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan GKI Klasis Madiun berkesempatan berdialog dan mengenal lebih dekat kehidupan serta aktivitas di lingkungan Ponpes Wali Barokah. Pertemuan ini juga menjadi ruang untuk mengklarifikasi berbagai pandangan dan informasi mengenai Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang selama ini berkembang di masyarakat.
Perwakilan GKI Klasis Madiun, Satriawan Susanto mengatakan, perjumpaan secara langsung di Pondok Pesantren LDII Wali Barokah ini memberikan pengalaman dan perspektif baru. Menurutnya, interaksi antarkelompok dengan latar belakang berbeda dapat mengubah cara pandang yang sebelumnya terbentuk hanya dari informasi atau penilaian pihak luar.
“Dari perjumpaan hari ini, kita belajar bahwa perjumpaan bisa mengubah perspektif dan cara berpikir. Ini menjadi bukti bahwa pertemuan seperti ini justru membawa berkat bagi kami, sekaligus mengubah cara pandang dalam melihat rekan-rekan atau saudara-saudara LDII,” jelasnya.

Ia menilai, kegiatan tersebut merupakan gambaran nyata toleransi dan keterbukaan masyarakat dalam menjaga keberagaman. Menurut Satriawan, komunitas lintas iman di Kediri menunjukkan kesiapan untuk menerima perbedaan serta membangun kehidupan bersama yang harmonis.
Dirinya berharap, pengalaman dari kunjungan tersebut dapat dibagikan kepada lingkungan masing-masing sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya mengenal suatu kelompok secara langsung, bukan hanya berdasarkan informasi yang belum tentu sesuai dengan kenyataan.
“Komunitas lintas iman di Kediri sangat terbuka dan siap dengan toleransi perbedaan dengan kebhinekaan maupun keberagaman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Ponpes Wali Barokah Kediri, KH Sunarto, menyambut baik dan gembira atas kunjungan rombongan GKI Klasis Madiun. Ia menyebut, kehadiran mereka menjadi kesempatan berharga untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan penjelasan secara langsung mengenai berbagai hal yang ingin diketahui tentang LDII.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan ini. Terlebih, dalam pertemuan tadi muncul berbagai pertanyaan yang memang perlu diklarifikasi karena sebelumnya mereka belum mengetahui secara langsung tentang LDII,” ucapnya.
Menurut KH Sunarto, dialog terbuka menjadi salah satu cara efektif untuk membangun pemahaman bersama. Dirinya melihat, berbagai pertanyaan yang disampaikan rombongan GKI Klasis Madiun dijawab secara langsung agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memandang kelompok maupun komunitas keagamaan lainnya.
Karena itu, Ia berharap penjelasan yang telah disampaikan dalam pertemuan tersebut dapat memberikan pemahaman lebih utuh dan menjadi awal bagi terjalinnya hubungan yang semakin baik antarpemeluk agama.
“Semoga jawaban singkat, lugas, dan apa adanya ini bisa membuka mata dan telinga kita semua. Harapannya, ke depan seluruh umat beragama di negara kita dapat hidup guyub rukun serta saling bekerja sama dengan baik,” ungkapnya.
Editor: Rizky Rusdiyanto
























Tinggalkan Balasan