KEDIRI, TandaGlobalNews –Seorang lansia tunanetra asal Sukomoro terperosok ke area bawah aliran Sungai Brantas Jembatan Jongbiru Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, saat hendak melakukan ritual buang sial.

Kejadian yang tergolong sebagai Kejadian Membahayakan Manusia (KMM) ini berhasil ditangani secara cepat oleh tim gabungan, sehingga korban dapat dievakuasi dalam keadaan selamat dengan cedera ringan.

Kapolsek Gampengrejo, AKP Rudi Hartono, membenarkan insiden yang berlokasi di Jalan PG. Merican, Jabon, Kecamatan Banyakan tersebut.

“Sekilas informasinya, korban bersama temannya ini berniat membuang sial di Sungai Brantas area Jongbiru,” ujar Rudi menjelaskan tujuan awal kedatangan korban di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden nahas itu terjadi saat korban sedang beristirahat dan rekannya pergi meninggalkannya sejenak.

“Temannya sempat terpisah, dia jalan sendiri. Tahu-tahu mengeluh dadanya nyeri, sakit, lalu terjatuh masuk ke area berantas itu,” jelas AKP Rudi

Dia menceritakan kronologi jatuhnya korban. Beruntung, tubuh korban mendarat di area tanah yang aman. “Dia tidak terseret air. Di bawah kaki jembatan itu ada daratan, jatuhnya di situ, tidak di air,” tambahnya.

Melihat kejadian tersebut, dua pemuda setempat segera turun untuk memberikan pertolongan pertama di bawah pilar jembatan. Proses evakuasi dari bawah jembatan menuju tepi sungai kemudian dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Kota dan Kabupaten Kediri menggunakan satu unit perahu karet.

“Kita dibantu tim BPBD karena lokasinya di sungai. Tadi juga ada warga sekitar dari daerah Penongsari yang ikut turun mendahului membantu,” ungkapnya.

Usai disandarkan ke tepi, korban langsung dilarikan oleh pihak kepolisian ke fasilitas kesehatan terdekat, sementara rekan korban dimintai keterangan lebih lanjut di Mapolsek Gampengrejo.

Di fasilitas kesehatan, penanganan medis dipimpin oleh Dokter Puskesmas Gampengrejo, dr. Nafia Prasetyo. Usai perawat melakukan evaluasi awal, pasien lansia yang diperkirakan berusia di atas 50 tahun tersebut dipastikan berada dalam kondisi stabil.

“Secara umum kondisi bapaknya oke dan sadar, meski memang beliau ada riwayat penyakit bawaan sebelumnya yang menyebabkan kendala penglihatan,” terang dr. Nafia.

Kekhawatiran awal terkait potensi tenggelam dan air yang masuk ke saluran pernapasan berhasil ditepis setelah observasi klinis. “Kadar oksigen masih bagus di dalam tubuh pasien. Jadi tidak masalah, tidak apa-apa, orangnya juga sadar penuh,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan menyeluruh, insiden ini tidak menimbulkan kondisi gawat darurat yang mengancam nyawa. “Dari evaluasi kami, tidak ada kegawatdaruratan, korban hanya mengalami luka luar saja,” tegas dr. Nafia. Setelah memastikan kestabilan fisik korban, penanganan barang bawaan dan kendaraan diserahkan kembali kepada kepolisian, sementara pihak medis mengarahkan pasien untuk rutin melakukan kontrol lanjutan ke rumah sakit.

Reporter: Wildan Wahid Hasyim
Editor: Rizky Rusdiyanto