KEDIRI, Tandaglobal.news — Sebanyak 20 warga mengikuti pelatihan pijat tradisional yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri di Dusun Tegalrejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu. Memasuki hari kelima pada Jumat (30/10/2026), sejumlah peserta bahkan mulai menerima pesanan layanan pijat sebelum pelatihan berakhir pada Sabtu (31/10/2026).

Instruktur LPK Jayabaya Nusantara, Sriati, mengatakan pelatihan tersebut menyasar masyarakat yang ingin mempelajari keterampilan pijat, termasuk mereka yang belum memiliki pengalaman sebelumnya. Materi disampaikan melalui penjelasan dan praktik langsung agar peserta memahami teknik pemijatan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Menurut Sriati, pelatihan tersebut mulai membuka peluang bagi peserta untuk mendapatkan pelanggan. Bahkan, beberapa peserta perempuan sudah menerima pesanan layanan pijat meskipun rangkaian pelatihan belum selesai.

“Alhamdulillah, sudah ada peserta yang mendapatkan pesanan. Jadi, setelah pelatihan selesai, mereka bisa langsung mencoba membuka layanan pijat di lingkungan masing-masing,” ujar Sriati.

Sementara itu, Pimpinan LPK Jayabaya Nusantara, Bayu, menjelaskan bahwa pembelajaran lebih banyak menekankan praktik dibandingkan teori. Komposisinya sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori.

Peserta juga mendapatkan perlengkapan berupa minyak pijat, kain jarik, serta peralatan pendukung lainnya. Perlengkapan tersebut dapat langsung digunakan untuk memulai layanan pijat setelah pelatihan selesai.

Selain perlengkapan, peserta memperoleh sertifikat pelatihan dari LPK dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri. Mereka yang ingin mengembangkan keterampilan juga dapat melanjutkan pembelajaran melalui komunitas pemijat sebagai wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Salah satu peserta, Khomari (53), mengaku senang bisa mengikuti pelatihan tersebut. Sebelumnya, ia belum pernah memiliki pengalaman memijat. Namun, melalui penyampaian materi yang disertai praktik, dirinya mulai memahami tahapan dasar pemijatan.

“Senang bisa mengikuti pelatihan ini. Harapannya, ilmu yang didapat bisa dikembangkan dan nantinya saya bisa membuka usaha sendiri,” ungkap Khomari.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki peluang untuk bekerja secara mandiri. Mereka dapat membuka layanan pijat di rumah maupun menerima panggilan sesuai kemampuan dan materi yang telah dipelajari.