
KEDIRI, Tandaglobal.news — Goa Surowono di Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, menawarkan perpaduan wisata alam, sejarah, dan tradisi budaya. Selain menjadi tujuan wisata, kawasan ini juga menarik minat pelajar dari berbagai daerah yang mengikuti kursus bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare.
Di sela kegiatan belajar, sejumlah pelajar menyempatkan diri mengunjungi Goa Surowono untuk menikmati suasana alam sekaligus mengenal kisah sejarah yang berkembang di masyarakat.
Letaknya yang tidak jauh dari Candi Surowono turut menambah daya tarik kawasan tersebut bagi pengunjung yang ingin menelusuri peninggalan masa lalu.
Salah satu daya tarik Goa Surowono adalah aliran air yang melewati lorong goa. Air yang tampak jernih membuat bebatuan di dasar aliran dan ikan-ikan kecil dapat terlihat dari permukaan.
Sebagian pengunjung memanfaatkan kejernihan air untuk membasuh muka atau merendam kaki. Ada pula yang datang karena mendengar kepercayaan masyarakat mengenai manfaat air tersebut bagi kesehatan dan kecantikan.
Namun, manfaat khusus air Goa Surowono tersebut masih sebatas kepercayaan masyarakat dan belum dapat dipastikan secara ilmiah.
Di kawasan goa terdapat dua pintu besi yang menjadi akses menuju bagian lorong lebih dalam. Menurut warga setempat, pengunjung yang ingin memasuki lorong harus didampingi pemandu karena kondisi di dalam gelap dan terdapat aktivitas ritual tertentu.
Nur, salah satu warga sekitar, mengatakan Goa Surowono memiliki kisah yang diwariskan secara turun-temurun. Masyarakat mengaitkan goa tersebut dengan masa kerajaan di Kediri, termasuk cerita mengenai tempat persembunyian raja dan jalur yang digunakan para prajurit pada masa lampau.
“Di dalam lorong goa ada dua pintu masuk, tetapi harus menggunakan pemandu kalau ingin masuk ke dalam,” jelas Nur.
Selain cerita sejarah, Goa Surowono juga menjadi tujuan pengunjung pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang malam 1 Suro dalam penanggalan Jawa.
Gatot, warga lainnya, menuturkan bahwa keberadaan goa tersebut berkaitan dengan Candi Surowono yang terletak tidak jauh dari lokasi. Menurutnya, sejumlah pengunjung datang untuk menjalankan tradisi yang berhubungan dengan kepercayaan dan budaya Jawa.
“Banyak pengunjung datang ke sini, terutama saat malam 1 Suro. Biasanya mereka melakukan tradisi Jawa seperti mandi bunga dan ritual spiritual lainnya,” ungkap Gatot.
Tradisi tersebut menjadi bagian dari cerita budaya yang melekat pada kawasan Goa Surowono. Bagi sebagian pengunjung, tempat ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga ruang untuk mencari ketenangan dan menjalankan tradisi yang mereka yakini.
Keberadaan Goa Surowono menambah pilihan wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Kediri. Kejernihan aliran air, lorong goa, serta kisah yang berkembang di tengah masyarakat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam sekaligus mengenal tradisi lokal.
Di tengah aktivitas wisata dan budaya yang berlangsung, pelestarian kawasan menjadi hal penting agar nilai sejarah serta kondisi alam Goa Surowono tetap terjaga bagi generasi mendatang.



















Tinggalkan Balasan