KEDIRI, Tandaglobal.news — Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengandalkan sektor pertanian, terutama tanaman tebu, sebagai penopang perekonomian masyarakat. Di tengah upaya pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan kesehatan, pemerintah desa juga menghadapi persoalan kenakalan remaja yang membutuhkan perhatian bersama.
Kepala Desa Adan-Adan, Riza Fahmi, menyebut wilayahnya dihuni sekitar 5.000 penduduk yang tersebar di sembilan rukun warga (RW) dan 30 rukun tetangga (RT). Menurutnya, pertanian masih menjadi salah satu sektor utama yang menopang kehidupan ekonomi masyarakat.
Selain potensi wilayah, Riza juga menjelaskan asal-usul nama Desa Adan-Adan berdasarkan cerita yang berkembang secara turun-temurun di tengah masyarakat.

“Cekakipun (singkatnya) babat babah hutan puniku niku nganu, wonten badai. Ada badai yang akhirnya hujan bercampur angin, setelah itu ada suara azan berkumandang, seketika itu badainya itu reda. Akhirnya dinamai Desa Adan-Adan. Itu yang saya tahu,” ungkap Riza Fahmi.
Pertanian menjadi salah satu sektor unggulan Desa Adan-Adan. Tanaman tebu mendominasi kegiatan pertanian warga, meskipun sebagian petani juga membudidayakan jagung, padi, dan berbagai jenis sayuran.
Riza menjelaskan bahwa tebu merupakan komoditas yang paling banyak ditanam masyarakat. Kondisi harga sejumlah hasil pertanian yang dinilai membaik turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga.
“Pertama pertanian tebu. Komoditas utama ya tebu itu. Ya ada jagung, sama padi, sayur-sayur juga ada tapi cuma yang kebanyakan di sini kan petani tebu,” jelasnya.
Ia bersyukur atas perkembangan ekonomi masyarakat yang dinilainya menunjukkan kondisi positif, terutama seiring membaiknya harga tebu dan jagung.
“Alhamdulillah ini meningkat baik, apalagi kan harga tebu kan baik, jagung juga naik,” tambah Riza.
Potensi pertanian tersebut menjadi modal bagi desa untuk terus mengembangkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur yang menunjang kegiatan pertanian menjadi salah satu perhatian pemerintah desa, terutama untuk memperlancar aktivitas produksi dan distribusi hasil panen.
Pemerintah Desa Adan-Adan memprioritaskan pembangunan fasilitas umum, termasuk perbaikan jalan desa dan saluran air. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menunjang mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi yang banyak bergantung pada sektor pertanian.
Selain pembangunan fisik, pelayanan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian. Salah satu persoalan yang disoroti adalah pencegahan stunting, terutama berkaitan dengan pemenuhan gizi anak dan balita.
Riza mengatakan pemerintah desa berupaya memberikan pelayanan terbaik sekaligus memperhatikan kebutuhan kesehatan warga. Ia juga menyinggung perubahan alokasi anggaran desa untuk sektor kesehatan serta keberadaan program yang diharapkan membantu pemenuhan gizi balita.
“Kita melayani dengan sebaik-baiknya. Terus memperhatikan kesehatan, apalagi stunting ini kan lagi gencar-gencarnya. Ya alhamdulillah ini adanya alokasi desa untuk kesehatan kan agak sedikit menurun karena ada program PMT. Tapi alhamdulillah ada MBG yang sudah masuk untuk membantu gizi balita,” paparnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi anak menjadi bagian dari perhatian pemerintah desa, selain pembangunan infrastruktur. Upaya pencegahan stunting memerlukan perhatian berkelanjutan agar kebutuhan gizi dan kesehatan anak dapat terpenuhi dengan baik.
Di balik potensi pertanian dan pembangunan desa, persoalan sosial masih menjadi tantangan yang perlu ditangani bersama. Riza menyebut kenakalan remaja, termasuk gesekan antarkelompok atau antarperguruan silat, sebagai salah satu masalah yang menjadi perhatian pemerintah desa.
Menurutnya, diperlukan upaya bersama untuk mencegah perselisihan antarremaja agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.
“Tantangannya yang terbesar ya masalah kenakalan remaja. Apalagi sekarang kan banyak gesekan antar perguruan. Kita juga mengimbau kepada para remaja untuk menghindari,” tegas Riza.
Ia menekankan pentingnya memberikan imbauan kepada para remaja agar menghindari konflik. Peran keluarga, lingkungan masyarakat, dan tokoh setempat juga diperlukan untuk membangun hubungan sosial yang lebih baik di kalangan generasi muda.
Dengan demikian, pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan penguatan ekonomi dan peningkatan fasilitas umum, tetapi juga memerlukan perhatian terhadap kondisi sosial masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Desa Adan-Adan menargetkan kelanjutan pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan desa dan jalan pertanian. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memudahkan mobilitas warga sekaligus memperlancar pengangkutan hasil panen dari lahan pertanian.
Riza berharap perbaikan jalan dapat memberikan manfaat langsung bagi petani, khususnya dalam menunjang kegiatan pertanian dan distribusi hasil produksi.
“Targetnya adalah memperbaik jalan desa dan juga jalan untuk pertanian untuk memudahkan hasil pertanian,” pungkasnya.
Pengembangan pertanian, peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, perhatian terhadap kesehatan balita, serta pencegahan kenakalan remaja menjadi sejumlah aspek penting dalam pembangunan Desa Adan-Adan.
Melalui optimalisasi potensi pertanian dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, pemerintah desa berharap kegiatan ekonomi masyarakat semakin terbantu. Pada saat yang sama, persoalan sosial tetap perlu ditangani agar pembangunan berjalan seiring dengan terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.



















Tinggalkan Balasan