
KEDIRI, Tandaglobal.news — Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, memiliki potensi di sektor pertanian, perkebunan, serta wisata alam dan sejarah. Berada di lereng Gunung Gajah Mungkur, desa ini mengandalkan sektor pertanian sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat. Namun, kondisi geografis dataran tinggi membuat ketersediaan air menjadi tantangan dalam mendukung aktivitas pertanian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
Kepala Desa Besowo, Suyanto, saat ditemui pada Senin (19/10/2026), mengatakan sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani.
Berbagai komoditas dibudidayakan, mulai dari palawija, sayuran, bawang merah, dan cabai hingga buah-buahan seperti alpukat, durian, dan pisang.
Menurut Suyanto, pola tanam masyarakat menyesuaikan kondisi alam, terutama ketersediaan air yang masih bergantung pada curah hujan.
Petani juga mengombinasikan beberapa jenis tanaman untuk mengantisipasi risiko gagal panen.
“Potensi pertanian di Desa Besowo cukup beragam. Namun, masyarakat harus menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi air dan cuaca agar risiko gagal panen bisa diantisipasi,” ujar Suyanto.

Selain pertanian dan perkebunan, Desa Besowo memiliki potensi wisata alam yang didukung oleh lingkungan pegunungan.
Desa ini juga menyimpan kekayaan sejarah lokal, termasuk keberadaan sejumlah punden dan peninggalan lama yang masih dikenal masyarakat.
Potensi tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan desa apabila dikelola secara berkelanjutan.
Meski memiliki beragam potensi, ketersediaan air bersih masih menjadi salah satu perhatian pemerintah desa.
Suyanto menjelaskan, sumber air yang digunakan masyarakat berasal dari rembesan di kawasan lereng gunung yang dialirkan melalui saluran penampungan.
Kondisi air dipengaruhi cuaca. Ketika hujan deras, air terkadang menjadi keruh akibat aliran dari kawasan hutan.
Sebaliknya, saat cuaca cerah, air cenderung lebih jernih. Namun, debit air dapat berkurang ketika memasuki musim kemarau.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air warga, pemerintah desa telah melakukan pengeboran di beberapa titik.
Sebagian jaringan distribusi juga mulai dikerjakan. Meski demikian, perluasan layanan masih membutuhkan anggaran untuk pemasangan pipa utama dan saluran menuju permukiman masyarakat.
Suyanto menyebut pemenuhan kebutuhan air bersih membutuhkan dukungan berbagai pihak. Hal ini karena tidak semua rumah tangga memiliki sumur bor sendiri.
Karena itu, pengembangan sumber air bersama dan perluasan jaringan distribusi dinilai penting agar layanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak warga.
“Kami berharap Desa Besowo semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah pemenuhan kebutuhan air bersih, sehingga kami terus berupaya mencari dukungan agar jaringan air dapat menjangkau lebih banyak warga,” pungkasnya.
Suyanto berharap potensi pertanian, perkebunan, dan wisata di Desa Besowo dapat terus dikembangkan seiring peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat.
Dengan dukungan anggaran dan kerja sama berbagai pihak, pemerintah desa berupaya mendorong kemajuan wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.



















Tinggalkan Balasan