KEDIRI, Tandaglobal.news — Sebanyak 19 pengelola desa wisata di Kabupaten Kediri sepakat membentuk Forum Desa Wisata Kabupaten Kediri. Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat promosi, meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi, serta mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.
Pembentukan forum tersebut berlangsung melalui musyawarah di Pancar Wonotirto, Desa Gayam, pada Kamis (15/10/2026).
Sejumlah desa wisata, di antaranya Bringin, Jambu, Medowo, Keling, Canggu, Paron, dan Kepung, turut terlibat dalam inisiatif tersebut.
Dalam musyawarah itu, Zeni Irfan dari Desa Wisata Bringin disepakati sebagai ketua forum.
Ia didampingi Dita Okvitasari dari Desa Wisata Dukuh sebagai sekretaris dan Erwan Wibowo dari Desa Wisata Kepung sebagai bendahara.
Zeni mengatakan, pembentukan forum bertujuan menyatukan potensi wisata desa yang memiliki karakteristik dan keunggulan berbeda.
Melalui koordinasi antarpengelola, setiap destinasi diharapkan dapat saling mendukung dalam mengembangkan potensi wisata masing-masing.
“Setiap desa memiliki potensi yang berbeda, mulai dari wisata alam, edukasi pertanian hingga seni dan budaya. Potensi itu bisa saling melengkapi jika dikelola melalui kerja sama,” ujar Zeni.
Ia menjelaskan, forum tidak hanya berfokus pada perluasan promosi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan bagi para pengelola desa wisata.
Desa yang telah berkembang diharapkan dapat berbagi pengalaman dengan desa lain yang masih merintis pengelolaan destinasi.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, pendampingan, dan pertukaran pengetahuan.
Kegiatan tersebut akan mencakup pengelolaan destinasi, manajemen wisata, hingga pengembangan inovasi produk.
“Pengembangan desa wisata bukan hanya soal tempat yang menarik, tetapi juga pengalaman yang didapat pengunjung. Kami ingin pengelola bisa saling belajar agar kualitas pelayanan dan paket wisata semakin baik,” tambahnya.
Pengembangan desa wisata di Kabupaten Kediri mengacu pada Peraturan Bupati Kediri Nomor 75 Tahun 2022.
Forum ini juga diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara pengelola desa wisata dan pemerintah daerah, termasuk Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri.
Ke depan, kolaborasi antardesa diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Selain pengembangan destinasi, pelestarian lingkungan, perlindungan peninggalan budaya, dan pemeliharaan kearifan lokal juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan.
Dengan terbentuknya forum yang melibatkan 19 pengelola desa wisata, Kabupaten Kediri memiliki wadah koordinasi untuk memperluas promosi dan meningkatkan daya saing destinasi.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuat potensi wisata lokal semakin dikenal serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.



















Tinggalkan Balasan