KEDIRI, Tandaglobal.news — Nurhadi (54), peternak lebah madu asal Kampung Madu, Purworejo, Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, mengalami kerugian sekitar Rp200 juta setelah 176 kotak lebah miliknya diduga diracun di Jawa Tengah. Peristiwa yang terjadi sekitar Juli 2026 itu menyebabkan koloni lebah mati dan sejumlah kotak mengalami kerusakan.

Sebelum kejadian tersebut, Nurhadi memiliki hampir 300 kotak lebah.

Koloni-koloni itu dipindahkan ke berbagai daerah mengikuti musim berbunga tanaman agar lebah mendapatkan sumber pakan dan menghasilkan madu.

Namun, saat berada di Jawa Tengah, sebanyak 176 kotak lebah miliknya mengalami keracunan.

Koloni di dalam kotak-kotak tersebut mati, sementara sebagian kotak tidak dapat digunakan kembali.

“Lebah saya yang diracun itu 176 kotak. Kerugiannya sekitar Rp200 juta,” ungkap Nurhadi.

Ia menuturkan, sebelum kejadian, lebah-lebah tersebut sempat dipindahkan ke beberapa lokasi setelah muncul keluhan dari warga setempat.

Setelah kembali dipindahkan, Nurhadi mendapat kabar bahwa ratusan kotak lebah miliknya telah mengalami keracunan.

Meski mengalami kerugian besar, Nurhadi mengaku tidak melanjutkan persoalan tersebut melalui proses hukum.

Ia memilih menerima kejadian itu dan berusaha mempertahankan usaha peternakannya dengan koloni lebah yang masih tersisa.

Kerugian tersebut menambah beban usaha yang sebelumnya telah menghadapi penurunan produksi akibat cuaca yang tidak menentu.

Masa panen yang semakin singkat dan tingginya biaya pemeliharaan lebah membuat peternak harus bekerja lebih keras untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Nurhadi tetap berupaya menjual madu hasil panennya sendiri untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Ia juga mengandalkan pekerjaan sebagai petani ketika pendapatan dari peternakan lebah belum mencukupi.