
KEDIRI, Tandaglobal.news — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kediri menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu pelaku usaha perhotelan bertahan menghadapi tantangan ekonomi dan menjaga tingkat hunian atau okupansi. Strategi yang disiapkan meliputi penyelenggaraan event pada periode sepi pengunjung, penguatan promosi wisata, serta kolaborasi antarpelaku usaha untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Ketua PHRI Kabupaten Kediri, Ir. Estterita Dian Kenjorini, mengatakan strategi tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan usaha, terutama saat memasuki periode low season pada Januari hingga Februari.
Menurutnya, tingkat hunian hotel dan aktivitas restoran di Kabupaten Kediri sejauh ini masih relatif stabil, tetapi upaya menjaga kunjungan tetap diperlukan sepanjang tahun.
“Kalau Desember biasanya ramai, sedangkan Januari dan Februari perlu dipikirkan strategi agar pengunjung tetap datang,” ujar Estterita saat ditemui dalam pengukuhan BPC PHRI Kabupaten Kediri masa bakti 2026–2031, Rabu (14/10/2026).
Salah satu strategi yang dinilai potensial adalah mendorong penyelenggaraan kegiatan atau event pada periode sepi. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi alasan bagi wisatawan untuk berkunjung, menginap, dan menikmati layanan restoran di Kabupaten Kediri.
Menurut Estterita, upaya menarik pengunjung tidak bisa hanya mengandalkan momentum liburan atau keramaian akhir tahun.
Pelaku usaha perlu bekerja sama untuk mengembangkan agenda kegiatan yang dapat menjaga arus kunjungan pada bulan-bulan dengan permintaan lebih rendah.
“Perlu ada kegiatan yang bisa menarik pengunjung, terutama saat memasuki masa sepi. Dengan begitu, hotel dan restoran tetap memiliki peluang mendapatkan tamu,” jelasnya.
Selain penyelenggaraan event, PHRI Kabupaten Kediri berencana memperkuat komunikasi antarpelaku usaha melalui inventarisasi hotel dan restoran serta perluasan keanggotaan.

Pendataan ini menjadi langkah awal untuk mengetahui potensi usaha yang ada sekaligus membangun koordinasi berdasarkan wilayah atau kecamatan.
Estterita berharap para pengusaha tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi tantangan industri. Melalui organisasi, pelaku usaha dapat saling bertukar gagasan dan membangun promosi bersama agar potensi pariwisata Kabupaten Kediri semakin dikenal.
“Kami ingin para pelaku usaha bisa guyub, saling mendukung, dan bersama-sama memajukan pariwisata Kabupaten Kediri,” katanya.
Kolaborasi juga diperlukan untuk mengoptimalkan daya tarik wisata yang sudah dikenal masyarakat, seperti Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), serta destinasi alam dan budaya lainnya.
Berbagai kegiatan wisata dapat dikembangkan agar pengunjung tidak hanya datang sebentar, tetapi juga mempertimbangkan untuk menginap.
PHRI Kabupaten Kediri turut melihat kehadiran Bandara Internasional Dhoho sebagai peluang untuk memperluas pasar wisata.
Namun, peluang tersebut perlu diikuti promosi yang terarah, peningkatan pelayanan, serta kerja sama dengan pengelola destinasi dan pelaku usaha lainnya.
PHRI juga mendorong keterlibatan UMKM dan sektor ekonomi kreatif agar promosi pariwisata memberikan manfaat lebih luas.
Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun pengalaman wisata yang lebih menarik, mulai dari akomodasi hingga kuliner dan produk lokal.
Melalui penyelenggaraan event pada periode sepi, penguatan promosi, pendataan pelaku usaha, dan kolaborasi lintas sektor, PHRI Kabupaten Kediri berharap hotel dan restoran dapat menjaga tingkat hunian sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan pariwisata di tengah tantangan ekonomi.



















Tinggalkan Balasan