Ibu Risa Bertahan 6 Tahun Jualan Telur Gulung di Gumul, Hadapi Hujan hingga Persaingan Pedagang

Enam tahun berjualan telur gulung di Gumul Kediri, Ibu Risa menghadapi tantangan cuaca, sepinya pembeli, dan persaingan pedagang yang semakin ketat.
(Foto: Dok.TGN/Intan Nur Aini)

KEDIRI, TandaGlobalNews – Di balik ramainya kawasan wisata Monumen Simpang Lima Gumul, terdapat kisah perjuangan para pelaku UMKM yang setiap hari berusaha mencari nafkah. Salah satunya adalah Ibu Risa, pedagang telur gulung yang telah setia berjualan di kawasan Gumul selama enam tahun terakhir.

Selama bertahun-tahun menjalankan usahanya, Ibu Risa merasakan langsung bagaimana naik turunnya jumlah pengunjung sangat memengaruhi pendapatan yang diperoleh. Menurutnya, momen liburan sekolah menjadi waktu paling ramai karena banyak keluarga dan anak-anak datang berwisata ke kawasan Gumul.

“Kalau hari biasa sedang-sedang aja, Mbak. Kalau bagusan itu liburan sekolah. Rame kalau libur sekolah, anak-anak libur itu,” ujarnya saat ditemui di lokasi dagangannya.

Pada hari-hari normal, Ibu Risa mengaku mampu memperoleh omzet sekitar Rp300 ribu per hari. Produk telur gulung yang dijualnya masih menjadi favorit pengunjung, terutama anak-anak dan remaja yang datang menikmati suasana wisata di Gumul.

Namun, perjalanan sebagai pelaku UMKM tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah faktor cuaca. Saat musim hujan tiba, jumlah pengunjung biasanya menurun drastis sehingga berdampak langsung pada penjualan.

“Ya pas musim hujan, Mbak, sepi,” tuturnya.

Selain hujan, angin kencang yang sering berembus di kawasan terbuka juga kerap menyulitkan aktivitas berdagang. Kondisi tersebut menjadi risiko yang harus diterima para pedagang kaki lima yang menggantungkan usaha di area wisata terbuka.

Tantangan lain yang kini dirasakan adalah semakin ketatnya persaingan antar-pedagang. Menurut Ibu Risa, jumlah pedagang di kawasan Gumul terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Banyak warga yang sebelumnya bekerja di sektor industri memilih beralih menjadi pedagang setelah mengalami pengurangan karyawan atau pemutusan hubungan kerja.

Berita Terkait  Siswa SMPN 2 Mojo Tampil di Ajang Kreativitas SLG Kediri, Tunjukkan Bakat dan Kepedulian Lingkungan

“Iya, banyak pedagang sekarang, Mbak. Banyak pengurangan-pengurangan karyawan pabrik apa kan, terus jatuhnya ke jualan,” katanya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Ibu Risa tetap bertahan dan optimistis. Ia berharap kawasan wisata Gumul dapat terus berkembang, semakin tertata, dan mampu menarik lebih banyak wisatawan sehingga roda ekonomi para pelaku UMKM kembali bergairah.

“Ya semoga cepat banyak pembeli lagi,” harapnya.

Kisah Ibu Risa menjadi gambaran nyata perjuangan para pelaku UMKM yang terus bertahan di tengah perubahan kondisi ekonomi, cuaca yang tidak menentu, dan persaingan usaha yang semakin ketat. Dengan semangat dan ketekunan, mereka tetap berupaya menjaga usahanya agar terus berjalan demi memenuhi kebutuhan keluarga.


Jurnalis: Fitri Rahayu
Fotografi: Intan Nur Aini
Editor: Aditya Efendi

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *