Peserta fokus mengerjakan lomba poster digital dalam Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Pendidikan Agama Islam (Aksi PAI) di SMP Negeri 1 Grogol, Kabupaten Kediri, Selasa (13/10/2026).

KEDIRI, Tandaglobal.news — SMP Negeri 1 Grogol menjadi lokasi Ajang Kompetisi Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Aksi PAI), Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa SMP negeri maupun swasta untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang keagamaan.

Sekretaris panitia, Ema Lailatun Ni’mah, mengatakan terdapat enam cabang perlombaan dalam kegiatan tersebut.

“Kalau lombanya ada enam,” ujar Ema saat ditemui di SMPN 1 Grogol, Selasa (13/10/2026).

Cabang lomba yang diselenggarakan meliputi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), kaligrafi, pidato Islami, poster Islami, banjari, hingga poster digital Islami.

Ema menjelaskan, Aksi PAI bertujuan memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus mengikuti kompetisi berjenjang dari tingkat kabupaten atau kota hingga nasional.

“Latar belakangnya ya memang untuk memberikan ajang kepada para peserta didik terutama SMP ya, SMP negeri dan swasta untuk memberikan wadah mereka mengembangkan potensi dan kreativitas mereka. Sekaligus ini kan memang sebetulnya program dari pusat kan, ini kan berjenjang ya,” jelasnya.

Pemenang tingkat kabupaten atau kota berkesempatan melanjutkan kompetisi ke tingkat provinsi hingga nasional.

“Nggih, dari kabupaten kota mengadakan, nanti pemenangnya akan dikirim ke provinsi, tingkat provinsi Kementerian Agama, kemudian juga kalau nanti bisa lolos, bisa ke nasional,” lanjut Ema.

Menurut Ema, Aksi PAI sebelumnya dikenal sebagai Pentas PAI. Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan setiap tahun untuk mendukung pengembangan bakat siswa.

“Ini sudah lama sebetulnya, tidak ada. Ya alhamdulillah mungkin kan setelah pandemi dulu ada, sepertinya dua tahun sekali kayaknya. Tapi ini memang sepertinya sudah didawuhkan oleh Pak Kabid nggih, Pak Kabid Dinas Pendidikan tadi, insyaallah ini akan dilaksanakan di Kabupaten Kediri setiap tahun, jadi tahun depan insyaallah ada, meskipun nanti di provinsi tidak ada, insyaallah kita akan mengadakan karena itu kan memang ajang yang bagus nggih untuk mengasah anak-anak, bakat anak-anak,” katanya.

Ema menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan menanamkan nilai religius, meningkatkan kepercayaan diri, memperluas wawasan keagamaan, serta mengembangkan minat dan bakat peserta didik.

“Kalau nilai karakternya banyak sih sebetulnya, yang jelas kan religius nggih, nilai religiusnya, kemudian ada sisi syiar Islamnya, selawat itu mencintai, mencintai Nabi Muhammad, mencintai Rasulullah, kemudian juga pidato untuk menambah kepercayaan diri juga anak-anak, kemudian juga menambah wawasan kan ada olimpiade juga nggih, menambah wawasan PAI anak-anak, dan juga mengembangkan bakat minat anak-anak di bidang PAI,” tuturnya.

Ia juga berharap penghargaan berupa piala dan sertifikat dapat memotivasi siswa, termasuk sebagai bekal untuk mendaftar SMA melalui jalur prestasi.

“Kalau sekolah saya mewakili nggih dari SMP Negeri 2 Wates ya, karena dengan adanya momen seperti ini nggih, karena ada momen sehingga menambah motivasi anak-anak, kalau tidak ada ajang lomba kan mungkin ada ekstra-ekstra Banjari dan lain sebagainya kan tidak ada wadah untuk menyalurkan, mungkin motivasinya kurang, kalau ada nanti ada lomba, ada penghargaan, piala, bahkan nanti sertifikatnya kalau juara 1 2 3 bisa digunakan untuk daftar lewat jalur prestasi ke SMA kan, nah, itu juga bisa dimanfaatkan juga untuk anak-anak, sehingga harapannya ya Dinas Pendidikan yang bekerjasama dengan Kementerian Agama bisa untuk memberikan ajang ini setiap tahunnya,” pungkasnya.

Sala satu peserta, Trisnanda Bima Satria, siswa kelas VIII SMPN 1 Puncu, mengikuti lomba poster digital dengan tema bijak dalam dunia digital. Ia mengaku senang meski sedikit gugup.

“Senang, sedikit gugup,” ujar Bima saat diwawancarai setelah mengikuti lomba.

Bima mengembangkan ide secara mandiri dan berusaha menggunakan kalimat sederhana agar pesan posternya mudah dipahami. Ia juga mengaku mengalami kendala saat menggunakan tablet, tetapi tetap mengikuti lomba dengan antusias.

Peserta mengikuti lomba kaligrafi mushaf dalam Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Pendidikan Agama Islam (Aksi PAI) di SMP Negeri 1 Grogol, Kabupaten Kediri, Selasa (13/10/2026).

Peserta lainnya, Virginia Adira Putri, siswi kelas VIII SMPN 1 Puncu, mengikuti lomba kaligrafi mushaf dengan memilih Surah Al-Ikhlas. Ia telah mengenal kegiatan menggambar dan mewarnai sejak TK.

Virginia mempersiapkan diri selama dua pekan melalui latihan di rumah dan les kaligrafi. Ia menggunakan krayon dan spidol, dengan desain mushaf sebagai bagian paling menantang.

“Persiapannya sekitar dua minggu, latihan di rumah dan beberapa kali les menggambar kaligrafi,” ujar Virginia.

Ia mengaku sempat gugup karena harus menyelesaikan karya dalam waktu empat jam.

“Deg-degan karena dikasih waktu empat jam. Tapi, waktu latihan dan les, aku sudah belajar mengejar waktu empat jam itu,” tuturnya.

Melalui Aksi PAI, siswa diharapkan memperoleh pengalaman berkompetisi sekaligus meningkatkan pengetahuan agama, kepercayaan diri, dan kreativitas.