KEDIRI, TandaGlobalNews–Puncak kemeriahan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Kediri tumpah ruah dalam agenda Jalan Sehat Sarungan yang dipusatkan di kawasan ikonik Simpang Lima Gumul (SLG). Puluhan ribu warga nahdliyin, santri, dan masyarakat umum berbaur mengenakan sarung, menyusuri rute yang telah disiapkan panitia dengan semangat kebersamaan, sportivitas, dan sukacita.

Perwakilan panitia HSN 2026 Kabupaten Kediri, Yohan Mandala menyampaikan rasa syukurnya atas eskalasi perayaan tahun ini yang berlangsung spektakuler. Ia mencatat adanya peningkatan antusiasme dan durasi rangkaian acara yang jauh lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu kita melaksanakan Hari Santri hanya 4 hari, saat ini kita melaksanakan Peringatan Hari Santri Nasional sudah 10 hari. Alhamdulillah, dari berbagai macam kegiatan semua ramai, tidak pernah sedih,” kata Yohan.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh jajaran panitia yang solid serta deretan sponsor utama seperti BAZNAS, PT Gudang Garam Tbk, BMR Production, Sirup Kurnia, dan Sarung Gajah Duduk yang telah mewujudkan hadiah utama berupa tiket umrah gratis selama dua tahun berturut-turut. Ia pun berharap tahun depan kuota hadiah umrah dapat bertambah.

Semangat kebangsaan turut digelorakan secara berapi-api oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Kediri, KH Abdul Nasir Badrus, sesaat sebelum melepas para peserta. Dalam tausiah kebangsaannya, tokoh kharismatik yang akrab disapa Mbah Yai Nasir ini berpesan agar para santri terus memupuk jiwa nasionalisme yang diimbangi dengan akhlakul karimah dan keilmuan yang mumpuni untuk menjawab tantangan abad ke-21.

“Santri harus berprestasi, otaknya encer, bukan jiwa yang jumud atau tertinggal. Siapkan untuk memimpin Kediri, siapkan untuk memimpin Jawa Timur, siapkan untuk memimpin negara kita. Santri harus bisa!” tegas KH Abdul Nasir Badrus yang langsung disambut gemuruh kata ‘siap’ dari lautan peserta.

Suasana pelepasan yang khidmat itu pun sesekali pecah oleh tawa riuh berkat candaan khas pesantren dari Mbah Yai Nasir. Ia berkelakar mengingatkan peserta agar berhati-hati saat berjalan dan tidak salah menggandeng pasangan orang lain. Tak sekadar berkelakar, beliau juga secara spontan merogoh kantong pribadinya untuk menyumbangkan uang tunai senilai Rp10 juta yang diperuntukkan sebagai hadiah tambahan berupa sepeda listrik bagi peserta yang paling membutuhkan.

Antusiasme yang tinggi tak hanya dirasakan oleh para tokoh dan panitia, tetapi juga masyarakat akar rumput yang hadir. Munawarman, seorang guru asal Kecamatan Ngadiluwih yang hadir bersama rombongan didiknya, menilai agenda ini sukses memperkuat identitas santri di tengah arus modernisasi.

“Kegiatan ini bukan sekadar olahraga fisik, tapi ada nilai filosofis yang kuat dari selembar sarung yang kita pakai serentak hari ini. Ini adalah pengingat identitas kita. Apalagi pesan-pesan kebangsaan dari Mbah Yai Nasir tadi sangat relevan dan memotivasi generasi muda kita untuk berani mengambil peran-peran strategis di masyarakat,” tuturnya di sela-sela rute jalan sehat.

Senada dengan hal tersebut, Rohimah, seorang warga biasa asal Kecamatan Plosoklaten, mengaku sangat terhibur dan sengaja datang sejak pagi buta demi ikut memeriahkan HSN 2026.

“Senang banget Mas, meriah luar biasa perayaan tahun ini. Rombongan dari desa saya banyak yang sewa pikap buat ikut ke SLG. Ya harapannya tentu berkah silaturahmi kumpul sama para kiai, syukur-syukur pulangnya rezeki dapat hadiah umrah atau hadiah sepeda listrik dadakan dari Mbah Yai Nasir tadi,” ucap Rohimah sembari tertawa renyah.

Agenda Jalan Sehat Sarungan ini kemudian resmi diberangkatkan setelah doa kebangsaan yang dipimpin langsung oleh KH Abdul Nasir Badrus. Beliau melangitkan harapan agar Indonesia senantiasa menjadi negara yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur, serta dianugerahi pemimpin-pemimpin yang jujur, kompak, rela berkorban, dan lebih banyak bekerja demi kesejahteraan rakyatnya. Hitung mundur pemberangkatan pun menandai dimulainya langkah tegap puluhan ribu peserta dalam menyongsong masa depan santri nusantara yang lebih gemilang.

Reporter: Wildan Wahid Hasyim

Editor: Rizky Rusdiyanto