Persiapan Mepet, SMPN 1 Pelemahan Tetap Percaya Diri Tampil di Lomba Musikalisasi Puisi

Siswa SMPN 1 Pelemahan mempersiapkan penampilan musikalisasi puisi dengan kostum dan alat musik berbahan bekas di kawasan SLG Kediri, 18 Juni 2026.
(Foto: Dok. TGN/Eka Putri Maryani)

Tandaglobal.news | Kediri – Meski hanya memiliki waktu persiapan sekitar dua hari, SMPN 1 Pelemahan tetap percaya diri mengikuti lomba musikalisasi puisi di Taman Hijau SLG (Simpang Lima Gumul), Kabupaten Kediri, pada 18 Juni 2026. Tim beranggotakan lima siswa itu bertekad tampil maksimal sekaligus mengulang prestasi yang pernah diraih sebelumnya.

Perwakilan SMPN 1 Pelemahan, Puji, mengungkapkan bahwa sekolahnya memiliki catatan prestasi yang membanggakan dalam ajang serupa. Pada gelaran FLS3N tingkat kabupaten sebelumnya, SMPN 1 Pelemahan berhasil meraih gelar juara.

“Pernah dong… Juara tingkat kabupaten kemarin, FLS3N tingkat kabupaten… (Harapan hari ini) juara juga,” ujar Puji.

Pada lomba kali ini, SMPN 1 Pelemahan mengirimkan lima peserta yang terdiri atas dua vokalis dan tiga pemain instrumen. Persiapan dilakukan dalam waktu singkat setelah surat undangan diterima pada Kamis, sehingga para siswa harus menyiapkan seluruh kebutuhan penampilan, mulai dari penyusunan lirik hingga aransemen musik, dalam waktu terbatas.

Terlihat para siswa menggunakan kostum dan alat musik dari bahan bekas, yang menunjukkan kreativitas mereka dalam mengolah limbah menjadi bagian dari penampilan.

Selain keterbatasan waktu, peserta juga dihadapkan pada tantangan penggunaan alat musik dari bahan bekas. Ketentuan ini menuntut kreativitas tinggi agar instrumen yang digunakan tetap mampu menghasilkan penampilan yang menarik dan berkualitas.

“Yang pertama kaitannya dengan alat yang digunakan itu kan harus dari bahan bekas, oh ya, jadi butuh kreativitas yang tinggi,” katanya.

Menurut Puji, keterbatasan waktu latihan semakin terasa karena bertepatan dengan hari Minggu dan libur nasional. Meski demikian, para siswa tetap menunjukkan semangat dan komitmen kuat untuk berlatih demi hasil terbaik.

“Untuk mencapai kesuksesan itu pasti harus berjuang kan… Waktunya sangat terbatas, apalagi dikurangi hari Minggu dan tanggal merah kemarin. Sehingga saat tanggal merah itu anak-anak harus tetap berlatih dengan keras,” tuturnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, Puji menilai kegiatan ini memiliki nilai edukasi penting dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pemanfaatan bahan bekas sebagai alat musik, para peserta diajak untuk lebih kreatif sekaligus memahami pentingnya menjaga alam sejak usia dini.

Berita Terkait  Ibu Risa Bertahan 6 Tahun Jualan Telur Gulung di Gumul, Hadapi Hujan hingga Persaingan Pedagang

“Event-event seperti ini sangat berharga, khususnya bagi generasi muda. Karena alam kita kan tentunya harus dijaga. Dan nanti ke depannya, yang ada di pundak-pundak mereka itu. Jadi harus tertanam pada jiwa-jiwa muda melalui event-event seperti ini,” ungkapnya.

Dengan semangat, kreativitas, dan kerja keras selama masa persiapan, SMPN 1 Pelemahan berharap dapat kembali mengharumkan nama sekolah dan meraih prestasi terbaik dalam lomba musikalisasi puisi tahun ini.


Jurnalis: Eka Putri Maryani

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *